Lantik Perwira Remaja TNI-Polri, Ini Pesan Jokowi

"Cara-cara dan model-model lama sudah tidak bisa kita lanjutkan. Tidak ada pilihan lain, bahwa kita harus cepat."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 15:26 WIB

Author

Dian Kurniati

Lantik Perwira Remaja TNI-Polri, Ini Pesan Jokowi

Perwira TNI-Polri yang baru dilantik Presiden Joko Widodo melakukan selebrasi dalam acara Prasetya Perwira TNI-Polri di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta perwira remaja TNI dan Polri untuk mempelajari berbagai perkembangan teknologi. Jokowi menilai, tantangan pertahanan dan bentuk kejahatan akan terus berkembang di masa datang, termasuk kejahatan di bidang teknologi. 

Menurutnya, TNI dan Polri juga harus bersiap menghadapi tantangan itu, agar keamanan masyarakat selalu terjamin.

"Karena tantangan yang sudah sangat berubah, maka cara kita menghadapi tantangan dan masalah juga harus berubah. Cara-cara dan model-model lama sudah tidak bisa kita lanjutkan. Tidak ada pilihan lain, bahwa kita harus cepat. Kita harus fleksibel. Kita harus cerdik. Kita harus semakin menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Saudara-saudara juga harus mengikuti dan mengejar perkembangan jaman," kata Jokowi di halaman Istana Merdeka, Selasa (16/07/2019).

Jokowi mengatakan, revolusi industri 4.0 akan mendorong berbagai teknologi berkembang dengan cepat. Apalagi, teknologi yang mengubah cara hidup masyarakat dunia, dan menimbulkan berbagai risiko, baik di bidang kemiliteran dan kepolisian. 

Di bidang kemiliteran, lanjut Jokowi, akan terjadi perkembangan yang besar dalam penyusunan doktrin, taktik, strategi, dan sistem persenjataan. 

Sedangkan di bidang Kepolisian, harus disiapkan sistem yang canggih untuk memberantas kejahatan digital dan menegakkan hukum, agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Jokowi menyebut, kemunculan teknologi baru harus direspons dengan cepat dan cerdas, sehingga perwira sebagai bagian sumber daya manusia di TNI dan Polri harus terus belajar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, untuk menjaga kedaulatan dan martabat negara.

Selain itu, ia juga meminta seluruh perwira remaja TNI dan Polri agar selalu berintegritas pada pekerjaan, sehingga tak mengecewakan bangsa Indonesia. Perwira remaja TNI dan Polri juga harus selalu berpegang pada kode etik perwira dan jati diri sebagai perwira.

"Sepanjang karier Saudara-saudara nanti, ingatlah perasaan bangga orang tua Saudara-saudara sekalian, yang pagi hari ini hadir. Jangan pernah kecewakan orang tua Saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia. Jangan pernah kecewakan negara kesatuan Republik Indonesia. Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini," kata Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia itu menilai, tanggung jawab sebagai perwira TNI dan Polri sangat besar, dan akan selalu dituntut profesional dalam bekerja. Karena, hal utama yang harus dikerjakan adalah melindungi Pancasila dari gempuran ideologi-ideologi radikal, serta menjaga persatuan dan toleransi di Indonesia. 

Jokowi menyebut, strategi menghadapi tantangan tersebut adalah dengan memelihara kekompakan dan persatuan sesama periwra TNI dan Polri.

Presiden Jokowi melantik 781 perwira remaja TNI-Polri di istana. Mereka   terdiri dari 259 orang dari Akademi Angkatan Darat, 117 orang dari Akademi Angkatan Laut, 99 orang dari Akademi Angkatan Udara, serta 306 orang lulusan Akademi Kepolisian. 

Selain itu, Jokowi juga memberikan penghargaan Adhi Makayasa untuk Fajar Al FArouk dari Korps Penerbangan Angkatan Darat, Ariz Pama Yudhaprawira dari Korps Pelaut, Muhammad Ihza Nurrabanni dari Korps Teknik Angkatan Udara, dan Muhammad Idris dari Akademi Kepolisian.

Editor: Kurniati Syahdan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun