Ini Kata Ma'ruf Amin dan Muhaimin Iskandar Soal Jatah Menteri untuk NU dan PKB

Masuknya NU di pemerintahan Jokowi periode kedua, lantaran ormas Islam terbesar di Indonesia itu dinilai berkontribusi memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 04 Jul 2019 15:20 WIB

Author

Dian Kurniati, Valda Kustarini

Ini Kata Ma'ruf Amin dan Muhaimin Iskandar Soal Jatah Menteri untuk NU dan PKB

Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/7). (Foto: Valda Kustarini/KBR)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin menyebut Nahdlatul Ulama (NU) berpotensi masuk dalam pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Ma'ruf usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/7). 

Menurutnya, masuknya NU di pemerintahan Jokowi periode kedua, lantaran ormas Islam terbesar di Indonesia itu dinilai berkontribusi memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019. 

Namun, kata dia, saat ini masih belum ada pembagian jatah menteri. Rencananya, pembagian jatah menteri akan dilakukan pada pertengahan Juli. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menegaskan, bahwa pemilihan menteri merupakan hak prerogatif Joko Widodo selaku Presiden.

"Beliau juga bilang Juli baru nanti ada pembicaraan pembicaraan. Yang pasti kan tentu ada dari pihak partai koalisi, dari profesional, kira kira begitu. Jumlahnya belum, apalagi orangnya. Orangnya tambah belum," kata Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (4/7).

Tidak Gratis

Menurut Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf bukan sesuatu yang gratis. Sehingga, kata dia, NU layak diberi jatah kursi. Masuknya kader NU menjadi menteri ini adalah perkara biasa. Pada kabinet-kabinet sebelumnya, kader NU mengisi jabatan menteri, seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Lagi 01 dan 02 

PKB Yakin dapat Jatah 10 Menteri 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meyakini Presiden Joko Widodo telah menyiapkan setidaknya sepuluh kursi menteri untuk partainya, pada pemerintahan lima tahun mendatang. Hal itu Muhaimin katakan usai menemui Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, bersama puluhan ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPB) PKB. Muhaimin menyebut, partainya layak mendapat perhatian khusus karena konsisten mendukung pemerintahan Jokowi lima tahun terakhir.

"Oh, pasti, pasti. Pasti InsyaAllah usulan kita akan mendapatkan perhatian khusus lah. Saya enggak berani berharap, tapi berdoa saja. Ya berdoa sebanyak-banyaknya pasti. Kita mengusulkan itu juga banyak tapi yang diterima belum tentu berapa. Mengusulkan sepuluh minimal lah. Pak Presiden lebih tahu lah. Sudah tahu bagaimana kita PKB," kata Muhaimin di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/7).

Baca juga: Kembali Bersatu

Muhaimin menyebut, Jokowi akan mulai membicarakan kabinet yang baru pada pertengahan bulan ini. Menurutnya, Jokowi juga akan segera mengundangnya untuk berbicara empat mata membahas jatah menteri PKB pada kabinet. Muhaimin mengaku, PKB mulai menyusun sejumlah nama untuk diajukan sebagai menteri pada Jokowi. 

Dari daftar itulah, kata dia, Jokowi akan memilih setidaknya sepuluh nama untuk dijadikan menteri. Ia menjamin kader partainya yang terpilih sebagai menteri akan bekerja secara profesional, tanpa membawa kepentingan kelompok-kelompok tertentu. 

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8