Pilkada Jakarta, Ahok Putuskan Pakai Parpol

"Kami serahkan pada Teman Ahok dan Parpol untuk mengatur. Karena, bagaimanapun, kita harus tetap libatkan Teman Ahok, mereka yang mengatur.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 27 Jul 2016 21:51 WIB

Author

Andi Arief

Pilkada Jakarta, Ahok  Putuskan  Pakai Parpol

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pe



KBR, Jakarta- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan menggunakan  partai politik (Parpol) sebagai kendaraan partai politik untuk maju dalam pemilihan  DKI Jakarta 2017. Namun Ahok belum memutuskan partaqi mana yang kelak akan mendampingi. Ahok akan menyerahkan keputusan itu pada tim suksesnya Teman Ahok.

"Kami serahkan pada Teman Ahok dan Parpol untuk mengatur. Karena, bagaimanapun, kita harus tetap libatkan Teman Ahok, mereka yang mengatur. Pertimbangannya itu, pertimbangannya sama saja. Kan, kita sudah lihat dari awal perjuangan Teman Ahok, banyak orang Parpol yang diam-diam sudah mendukung. Ketika Teman Ahok nggak percaya sama Parpol, minta mereka (Teman Ahok untuk Parpol) buat surat dukungan," cerita Ahok, Rabu (27/07).

Ahok mengatakan, tiga parpol yang mendukungnya, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem, telah memberikan kepercayaan kepadanya  untuk memilih wakilnya sendiri. Ahok bilang, banyak Parpol lain yang memberikan sinyal mendukung jika ia memilih Parpol sebagai kendaraan politiknya.

"Kalau partai lain, kan beberapa partai lain selalu mengatakan bagitu. Kalau Ahok pakai Parpol, kami tertarik mengusung bersama. Tapi, masalah itu saya serahkan ke tiga Parpol," tukas Ahok.

Teman Ahok Tetap Mendukung

Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayningtyas menegaskan menghargai dan mendukung keputusan Ahok. Sebelumnya, Teman Ahok dan Ahok telah berdiskusi dengan ketiga Parpol pendukung. Amalia menjelaskan, ada kesamaan visi antara Teman Ahok dan Parpol pendukung.

"Jadi tujuan Teman Ahok saat itu adalah menunjukkan pada Parpol, jika partai tak mendengar suara kami, maka kami bisa bergerak sendiri. Teman Ahok bergerak untuk menyediakan kendaraan alternatif, sebuah jalur yang sah dan diakui konstitusi," ungkap Amalia

Sampai saat ini, Teman Ahok mengklaim telah mengumpulkan lebih 1 juta  KTP. Kata Amalia, Teman Ahok sudah selesai mengarsipkan data KTP tersebut. Namun, untuk kelanjutan data tersebut, Teman Ahok masih belum memutuskan apa pun

"Satu juta KTP ini tidak hanya menjadi PR untuk menjelaskan pada Teman Ahok. Dan, Parpol sudah siap pasang badan (membantu menjelaskan). Kita harus merawat dukungan ini," pungkas Amalia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945