Pandemi Covid, Jokowi Perintahkan Buat Terobosan yang Bisa Dilihat Masyarakat

"Terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak pada percepatan penanganan ini. Tidak datar-datar saja,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Jun 2020 16:44 WIB

Author

Resky Novianto

Pandemi Covid, Jokowi Perintahkan Buat Terobosan yang Bisa Dilihat Masyarakat

Ilustrasi: Warga menyambut pasien sembuh covid-19 yang pulang dari Asrama Haji, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/6/2020). (Antara/Didik S.)

KBR, Jakarta-    Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus tugas dan jajaran Menteri, untuk melakukan terobosan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di pelbagai daerah. Jokowi mengatakan, penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan secara datar. 

Ia pun menginstruksikan bawahannya agar bekerja optimal, sehingga hasil kinerja dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Kita akan evaluasi dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi covid. Dan pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya minta agar kita bekerja tidak linear. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dan itu, terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak  pada percepatan penanganan ini. Tidak datar-datar saja," ujar Jokowi dalam Pembukaan Ratas Percepatan Penanganan Covid-19 di Istana Negara, Senin (29/6/2020).

Jokowi menuturkan, terobosan yang bisa dilakukan antara lain dengan penambahan tenaga kesehatan dari pusat ke daerah. Selain itu, peralatan medis juga harus ditambah dan disuplai dengan tepat, agar ada pergerakan penanganan Covid, ke arah yang lebih baik.

"Bisa saja dilakukan dengan menambah personil dari pusat atau tenaga medis  dari pusat untuk provinsi-provinsi  di luar DKI yang menunjukan tren penyebaran yang masih tinggi. Mungkin bisa dibantu lebih banyak peralatan. Dan betul-betul, dua hal tadi kita kontrol di provinsi. Karena kalau tidak kita lakukan sesuatu, dan kita masih datar seperti ini, ini tidak ada pergerakan yang signifikan," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta daerah yang telah menerapkan kenormalan baru  untuk dipantau perkembangannya. Ia menekankan pentingnya tahapan dan panduan yang harus diberikan pemerintah provinsi maupun daerah, dalam memprioritaskan penerapan protokol kesehatan dengan cermat dan seksama.

"Saya minta dilihat betul, daerah yang mulai masuk ke new normal. Tahapannya betul-betul dilalui. Baik itu pra kondisi, timingnya kapan. Diberikan panduan, ada guiden dari pusat. Sehingga mereka tidak salah. Ada prakondisi, ada ketepatan timingnya, dan prioritas sektor mana yang dibuka itu betul-betul diberikan panduan," tutupnya.

 

Baca juga: Ombudsman: Selama Pandemi, Mayoritas Pengaduan Terkait Bansos Tidak Merata 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo marah dan mengancam akan melakukan pergantian menteri hingga membubarkan lembaga negara. Hal itu ia sampaikan saat membuka sidang kabinet pada 18 Juni lalu. 

Jokowi mengatakan dirinya kesal lantaran jajarannya tidak menunjukan hasil yang signifikan dalam penanganan Covid-19, setelah lebih dari 3 bulan pandemi terjadi. ia mengatakan banyak hal terbentur masalah administrasi sehingga bantuan tidak kunjung dapat dicairkan.

Baca: Marah, Jokowi Ancam Ganti Menteri dan Bubarkan Lembaga  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Uji Coba Vaksin Sinovac Fase 3

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17