Pandemi Covid, Gugus Tugas Klaim Tingkatkan Jumlah Pemeriksaan Spesimen

"Kita periksa dengan Real Time PCR maupun dengan TCM yang sudah kita distribusikan ke seluruh Rumah Sakit kurang lebih 422 rumah sakit,"

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Kamis, 18 Jun 2020 00:12 WIB

Author

Heru Haetami

Pandemi Covid, Gugus Tugas Klaim Tingkatkan Jumlah Pemeriksaan Spesimen

Lab kontainer PCR Covid pemeriksaan spesimen bantuan BNPB di Kompleks Gelora Delta Sidoarjo, Jatim, Senin (8/6). (Antara/Umarul)

KBR, Jakarta-  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengklaim terus menambahkan kuota pemeriksaan spesimen pasien terindikasi Covid-19. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Yurianto mengatakan pada Rabu ini, jumlah spesimen yang telah diperiksa sebanyak 19.757 spesimen. 

Kata dia, pemeriksaan ini terbaik baik dengan cara test cepat molekuler dan tes real time PCR.

"Hari ini kita telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 19.757 spesimen sehingga total sampai hari ini yang sudah kita periksa adalah 559.872 spesimen baik kita periksa dengan Real Time PCR maupun dengan TCM (tes cepat molekuler) yang sudah kita distribusikan ke seluruh Rumah Sakit kurang lebih 422 rumah sakit yang memiliki mesin TCM," kata Yurianto melalui siaran virtual di gedung BNPB, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Yurianto melaporkan dari pemeriksaan ini ditemukan sebanyak 1.031 kasus dalam sehari. Sehingga total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia totalnya sebanyak 41.431 orang.

Sebelumnya, Senin (15/6/2020) Achmad Yurianto menyebut pemeriksaan spesimen masih terkendala lantaran adanya beberapa laboratorium yang masih menerapkan hari libur di tanggal merah dan menghentikan sementara pemeriksaan. Sehingga kata Yurianto, hal itu mengakibatkan berkurangnya pemeriksaan spesimen.

Berdasarkan laporan dari gugus tugas, dalam satu pekan terakhir rata-rata pemeriksaan spesimen berada di angka 17.000-18.000 spesimen. Saat Yurianto melaporkan data akibat pengurangan lab yang melakukan pemeriksaan, hanya ada 8000an spesimen yang dapat diperiksa.

Dengan demikian dalam kondisi seperti ini ada sekitar 10.000an spesimen yang tidak diperiksa dalam satu hari.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar seluruh laboratorium tidak berhenti beroperasi meskipun itu di hari libur. Namun ternyata beberapa laboratorium yang berada di rumah sakit kemudian juga beberapa laboratorium yang ada di perguruan tinggi masih menerapkan hari libur sehingga pemeriksaan menurun menjadi 8.776," kata Yurianto di Jakarta, Senin (15/6/2020).  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi