Belajar Daring, Nadiem: Dana BOS Bisa untuk Beli Paket Data

"Untuk pembelajaran jarak jauh pun bisa juga dipergunakan untuk beli kuota, paket data, baik buat guru maupun peserta didik,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jun 2020 11:16 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Belajar Daring, Nadiem: Dana BOS Bisa untuk Beli Paket Data

Ilustrasi: Seorang murid SD mengerjakan soal UAS Genap daring di rumahnya di Kota Makassar, Sulsel, Senin (8/6). (Antara/Arnas)

KBR, Jakarta-    Dana bantuan operasional sekolah (BOS) kini bisa dimanfaatkan untuk membeli paket data baik bagi guru maupun peserta didik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, relaksasi dana BOS ini dilakukan untuk mendukung proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 yang lebih banyak secara daring.

"Selama masa Covid-19 ini, kami di Kemendikbud ini adalah suatu kebijakan yang telah kita keluarkan sebelumnya, tapi ini sekadar mengingatkan, bahwa kami sudah membuka seluruh dana bos untuk semua kebutuhan protokol kesehatan. Seperti cairan, sabun pembersih, pembasmi kuman, dan lain-lain. Dan untuk pembelajaran jarak jauh pun bisa juga dipergunakan untuk beli kuota, paket data, baik buat guru maupun peserta didik," kata Nadiem saat konferensi pers daring, Senin (15/6/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim menambahkan, dana BOS juga bisa dialokasikan untuk pembayaran upah guru honorer. Jika sebelumnya hanya dibatasi maksimal 50 persen dari dana BOS, kini aturan itu dilonggarkan menjadi tanpa batas.

"Jadinya boleh lebih dari 50 persen untuk dibayar untuk honor, karena situasi ekonomi juga," tambahnya.

Baca: Nadiem: Sekolah di Zona Hijau Boleh Tatap Muka, Keputusan ada pada Orang Tua  

Di kesempatan sama, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Eko Subowo mengatakan, bakal memberi asistensi terhadap pemerintah daerah dalam penggunaan belanja tak terduga di bidang pendidikan. Kata dia, pemda juga memiliki anggaran untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

"Di mana di daerah kita kenal juga memiliki belanja tak terduga, yang dapat digunakan secara fleksibel untuk men-support proses belajar mengajar di daerah," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memberi izin untuk sekolah yang berada di zona hijau bisa memulai proses belajar mengajar secara tatap muka. Namun menurut penghitungan Kemendikbud, mayoritas murid tetap akan menerapkan belajar jarak jauh karena masih berada di zona rawan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi