Sampai H-2 Lebaran, Tidak Terjadi Arus Mudik Ekstrem di Pelabuhan Merak

"Kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yang ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu," ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono.

BERITA , NASIONAL

Senin, 03 Jun 2019 11:57 WIB

Author

Adi Ahdiat

Sampai H-2 Lebaran, Tidak Terjadi Arus Mudik Ekstrem di Pelabuhan Merak

Kendaraan pemudik tujuan Sumatera antre memasuki kapal Roro di Pelabuhan Merak, Banten, Senin dini hari (3/6/2019). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/foc)

KBR, Jakarta- Sampai H-2 Lebaran, tidak terjadi arus mudik yang ekstrem di Pelabuhan Merak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono, saat melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Merak, Banten, pada Senin dini hari (3/6/2019).

“Peningkatan memang terjadi di banding hari-hari normal, tapi kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yang ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia di lintasan Merak-Bakauheni ini relatif dalam situasi yang terkendali,” jelas Djoko dalam rilisnya (3/6/2019).

Antrean Uang Elektronik

Menurut Djoko, antrean pemudik yang terjadi di Pelabuhan Merak tahun ini lebih disebabkan karena sistem uang elektronik yang baru diterapkan pihak pelabuhan.

Djoko menilai masyarakat belum terbiasa dengan penggunaan uang elektronik. Namun, ia yakin sistem baru ini akan membuat masyarakat terbiasa, sekaligus mampu meningkatkan efisiensi pelabuhan.

"Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang cash, begitu kita harus menerapkan sistem yang untuk mempermudah tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik," ujar Djoko.


Pemudik Merak–Bakauheni Baru 60 Persen

Menurut data PT ASDP Indonesia Ferry, sejak H-7 sampai H-2 Lebaran sudah ada sekitar 550 ribu orang pemudik kapal laut rute Pelabuhan Merak – Bakauheni.

Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah hingga sekitar 800 ribu orang, seperti yang terjadi tahun lalu.

“Ya intinya ada peningkatan dan sudah sekitar 60 persen dari prediksi yang kita lakukan yang sudah menyeberang. Tetapi masih ada saudara kita yang akan menyeberang sampai satu Syawal atau hari Rabu mendatang, jadi masih ada 40 persen yg harus kita fasilitasi,” ujar Djoko.

(Sumber: www.dephub.go.id)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir