PT Pelni Sudah Berangkatkan 10 Ribu Pemudik dari Tanjung Priok

BERITA , NASIONAL

Senin, 03 Jun 2019 14:35 WIB

Author

Adi Ahdiat

PT Pelni Sudah Berangkatkan 10 Ribu Pemudik dari Tanjung Priok

Pemudik di atas kapal laut KM Dobonsolo yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (30/5/2019). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi/aww)

KBR, Jakarta - Sejak H-15 sampai H-2 lebaran, PT Pelni telah memberangkatkan sekitar 10 ribu pemudik dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Hingga H-2 ini sekitar 10 ribu penumpang diberangkatkan. Jumlahnya naik dibandingkan tahun lalu 162 persen yaitu sebanyak 6.371 penumpang,” kata Pelaksana Harian (Plh) Manajer Komunikasi Kelembagaan dan CSR PT Pelni, Ahmad Sudjadi, seperti dikutip Antara, Senin (3/6/2019).

Menurut Sudjadi, lonjakan penumpang kapal laut tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, namun merata di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

“Kenapa bertambah karena kami dari Pelni terus berbenah, memperbaiki fasilitas. Faktor eksternal juga ada karena harga tiket pesawat yang mahal,” katanya.

Sudjadi menyebut, di momen mudik tahun 2018 lalu Pelabuhan Tanjung Priok tidak terisi 100 persen. Tapi di tahun ini jumlah pemudik justru naik hingga melebihi kapasitas.

“Penuhnya tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, pada H-15 masih banyak yang kosong. Kini sejak H-15 sudah terisi 100 persen bahkan hingga H-2 ini,” jelas Sudjadi.


Kapal PT Pelni Masih Muat

Meski pertumbuhan penumpang mencapai 162 persen, Sudjadi menegaskan itu belum melebihi kapasitas kapal PT Pelni.

“Secara kapasitas kapal kita masih mampu menampung dengan memberlakukan non-seat yang berasal dari tiket dispensasi,” jelasnya.

PT Pelni memiliki tiket dispensasi sebanyak 600 tiket atau 30 persen dari total kapasitas kapal.

Supaya bisa memuat penumpang, PT Pelni juga melakukan rekayasa operasi bekerja sama dengan sejumlah pelabuhan lainnya.

(Sumber: ANTARA)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Jelang Putusan Final MK

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10