Momen Lebaran, Buya Syafii Sarankan Jokowi-Prabowo Segera Rekonsiliasi

Kedua tokoh bangsa itu dapat memberikan kesejukan, sekaligus contoh teladan yang baik bagi masyarakat.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 06 Jun 2019 12:49 WIB

Author

Resky Novianto

Momen Lebaran, Buya Syafii Sarankan Jokowi-Prabowo Segera Rekonsiliasi

Dua calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpelukan usai mengikuti debat capres. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta -  Bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif mendorong dua calon presiden, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera bertemu, dalam rangka rekonsiliasi pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Buya---begitu panggilan akrab Syafii Maarif---mengatakan, momentum Idulfitri mustinya bisa jadi pintu gerbang pembuka rekonsiliasi, sehingga para tokoh bangsa itu dapat memberikan kesejukan, sekaligus contoh teladan yang baik bagi masyarakat.

"Kalau kita memakai nalar ya, rekonsiliasi tidak usah menunggu Idulfitri. Itu kan sudah jelas itu KPU, sekarang sedang berproses di MK. Jadi tunggu saja proses itu. Keduanya harus memberikan contoh pada masyarakat bahwa elite itu adalah orang yang memikirkan bangsa dan negara. Bahwa elite itu memikirkan politik yang beradab, menjalankan politik yang beradab, tunduk kepada konstitusi. Kalau tidak bisa, jangan jadi elite dong. Kalau elite-nya berdamai dan berekonsiliasi maka yang lain akan nurut," ujar Buya Syafii Maarif kepada KBR, Rabu (5/6/2019).

Buya menambahkan para tokoh elite bangsa harus memikirkan nasib rakyat serta masa depan bangsa. Mereka harus segera menghentikan segala upaya yang bisa memecah belah masyarakat.

Kepada para elite politik, Buya berpesan, untuk tidak terpengaruh hasutan buruk dari pihak yang tidak bertanggung-jawab.

"Elite ini dikompori orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan dikompori lagi, habis energi kita. Bangsa ini harus memiliki keinginan lebih besar, jangan sibuk Pemilu, Pileg dan Pilpres. Pikirkan nasib orang banyak. Masa depan bangsa ini jangan sampai terbelah semacam ini. Ini tidak sehat. Kalau dibiarkan semacam ini, menurut saya jangan-jangan Indonesia sedang menggali kubur masa depannya. Itu tidak boleh terjadi," tutur anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Buya Syafii arif menambahkan, rekonsiliasi seyogyanya dapat mengakhiri seluruh perdebatan yang selama ini menguras energi bangsa. Pertemuan Jokowi-Prabowo diharapkan dapat membuat negara ini kembali bersatu, tanpa adanya perbedaan.

"Di sekeliling ini penumpang gelap yang memperkeruh keadaan. Ini tidak benar. Itu kan seperti filsafat ikan lele, makin keruh, makin banyak makannya. Jangan ditiru, itu kan manusia beradab. Sudahlah kita akhiri ini," tutupnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia