Menhub: Tak Ada Lagi Cerita Horor Kemacetan Arus Mudik

"Saya tidak bayangkan dalam keadaan tiga tahun lalu bagaimana kita mengurai kemacetan itu. Maka banyak cerita-cerita horor pada saat itu sekarang tidak lagi, nah ini hal-hal yang baik," ujar Menhub.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 06 Jun 2019 16:50 WIB

Author

Dwi Reinjani

Menhub: Tak Ada Lagi Cerita Horor Kemacetan Arus Mudik

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019). Pada H-2, arus kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa terpantau lancar. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim, mudik Lebaran tahun ini sukses dan relatif aman.

Menurutnya, kerja keras pemerintah membangun infrastruktur berbuah manis, karena terbukti tidak banyak terjadi kemacetan lalu-lintas. Alhasil, rata-rata pemudik mengaku, perjalanannya terasa nyaman.

"Pada evaluasi mudik kemarin, kami senang karena banyak berita-berita gembira. Ada yang cerita dari Jakarta ke Semarang hanya menempuh waktu enam jam. Ini menandakan infrastruktur yang dibangun pemerintah memang berguna. Saya tidak bayangkan keadaan tiga tahun lalu bagaimana kita mengurai kemacetan itu. Banyak cerita-cerita horor pada saat itu, sekarang tidak ada lagi. Ini hal baik," ujar Menhub ketika meninjau ke Terminal Bus Kampung Rambutan, Kamis (6/6/2019). 

Selain infrastruktur yang dianggap berhasil, kata Budi Karya, jumlah masyarakat pengguna kendaraan pribadi juga menurun. Angka pengguna transportasi umum meningkat sebanyak 2 persen, atau dalam catatan Kementerian Perhubungan, naik hingga 1 juta orang pengguna.

Kondisi itu, tutur Budi, lantaran fasilitas kendaraan serta infrastruktur yang baik, memacu masyarakat beralih menggunakan jasa transportasi umum.

Karena infrastruktur yang lebih baik dan pelayanan yang terbukti semakin siap dalam menghadapi arus mudik, Menhub mengklaim, angka kecelakaan turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Namun Budi tetap meminta seluruh elemen masyarakat dan penyedia layanan jasa transportasi, untuk tetap menjaga kualitas kendaraannya, agar tidak lagi ada kecelakaan, akibat kendaraan tidak laik jalan, atau supir kelelahan.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak