Jabar Dapat Hibah Rp 1,4 T dari Bank Dunia, Ini yang Dilakukan Kang Emil

"Sepakat 80 persen mengatasi masalah sampah di Bandung Raya, 20 persen di non-Bandung Raya."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 21 Jun 2019 13:55 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jabar Dapat Hibah Rp 1,4 T dari Bank Dunia, Ini yang Dilakukan Kang Emil

Ilustrasi kondisi Sungai Citarum. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Bank Dunia memberi bantuan dana hibah kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat, untuk membersihkan sampah di Sungai Citarum sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1,4 triliun.  Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dana bantuan itu akan digunakan untuk membuat fasilitas pengolah sampah, di sekitar Bandung Raya dan luar Bandung.

Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, selama ini Sungai Citarum dipenuhi sampah lantaran warga Bandung Raya tidak tertib dan peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan.

“Iya kita akan mendapatkan bantuan dari Bank Dunia sebesar 100 juta dolar Amerika, atau Rp 1,4 triliun untuk membereskan persampahan metropolitan. Nah, tadi menyepakati caranya kita sudah sepakat 80 persen mengatasi masalah sampah di Bandung Raya, 20 persen di non-Bandung Raya. Kemudian kita akan fokus dana itu dipergunakan untuk menyelesaikan sampah dengan cara, meng-update pola pikir masyarakat juga, bukan hanya hilir diterima tetapi juga menghabiskan sampah di rumah begitu,” ujar Emil, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Dana hibah sebesar Rp 1,4 triliun tersebut, menurut Emil, akan mengatasi masalah sampah dalam tempo lima tahun mendatang. Pasalnya, dana tersebut akan digunakan untuk membuat teknologi pengolah sampah yang langsung digunakan masyarakat, seperti biodigester dan TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi - menggunakan - daur ulang). Sedangkan untuk program Solid Waste of Energi, lanjut Emil, program itu adalah investasi sehingga dana yang digunakan berbeda dengan dana pembersihan Sungai Citarum.

Menurutnya lagi, penyelesaian sampah di Sungai Citarum kini tidak lagi mengandalkan angkut mengangkut sampah sungai. Tetapi lebih pada pemahaman masyarakat tentang bagaimana mengolah sampah, mengetahui bahaya sampah bagi kesehatan hingga dampak jangka panjang bagi lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan sampah yang mengalir dari anak sungai ke Citarum, akan berkurang drastis bahkan hilang dalam lima tahun.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Delapan Kabupaten dan Satu Kota di Papua Dinilai Buruk Dalam Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Hong Kong Resmi Cabut RUU Ekstradisi

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20