BPN: Kalau Ada Mobilisasi Massa, Itu di Luar Instruksi Kami

Namun, BPN mengatakan pihaknya sulit mencegah jika ada kelompok masyarakat yang ingin turun ke jalan.

BERITA , NASIONAL

Senin, 24 Jun 2019 15:54 WIB

Author

Adi Ahdiat

BPN: Kalau Ada Mobilisasi Massa, Itu di Luar Instruksi Kami

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Wikimedia Commons)

KBR, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandi memastikan tidak menginstruksikan mobilisasi massa saat putusan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau ada mobilisasi massa, itu di luar instruksi kami. Kami tidak punya kuasa melarang hak konstitusi negara. Kami juga hormati sepenuhnya," kata Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (24/6/2019).

Namun, Dahnil menyebut pihaknya sulit mencegah jika ada kelompok masyarakat yang ingin turun ke jalan. "Apalagi di dalam konstitusi, upaya untuk menyampaikan pendapat di muka umum juga memang dilindungi UU," ucapnya. 


Prabowo – Sandi Akan Terima Hasil Sidang

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil mengatakan kubu 02 akan menerima apapun hasil putusan MK.

"Seperti yang disampaikan Pak Prabowo, apapun hasilnya kami hormati keputusan konstitusional. Yang jelas bagi kami masyarakat dan publik tahu mana yang legitimate dan tidak legitimate," kata Dahnil, seperti dikutip Antara, Senin (24/6/2019).

Ia pun berharap masyarakat pendukung Prabowo-Sandi bisa menerima apapun hasil putusan MK nanti. "Para pendukung Paslon 02 diharapkan bisa menghormati putusan tersebut apapun keputusannya," tegasnya.

"Untuk relawan pendukung masyarakat kami imbau lakukan kegiatan damai berdoa dan sebagainya. Kita kawal, kita doakan keputusan-keputusan itu agar kemudian tadi saya sebutkan paradigma hakim itu bukan lagi paradigma mahkamah kalkulator tapi paradigmanya progresif substantif," tambah Dahnil.


Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah