Share This

Yang Akan Dilobi Menhub Saat Kunjungan Presiden Timor Leste

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana melobi Timor Leste untuk menambah slot penerbangan bagi Indonesia.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 28 Jun 2018 07:03 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/6). (Foto: ANTARA/ Dhemas R)

KBR, Jakarta -  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana melobi Timor Leste untuk menambah slot penerbangan bagi Indonesia.

Permintaan tersebut akan disampaikan dalam kunjungan Presiden Timor Leste Francisco Guterres ke Indonesia pada Kamis (28/6/2018). Budi Karya mengatakan, Indonesia melirik potensi penambahan slot penerbangan ke Dili, Timor Leste.

"Yang paling potensial di penerbangan. Penerbangan yang dilakukan Timor Leste, praktis kita yang support," kata Budi Karya di Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Kamis (28/6/2018) hari ini, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Timor Lesta Francisco Guterres.

Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Guterres sejak dilantik pada 2017 lalu. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia berharap dapat memperkuat kerjasama di bidang ekonomi dengan Timor Leste.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.