Share This

Menko Darmin: Online Single Submission Diluncurkan Serempak Pekan Ini

Menko Darmin mengatakan presiden sudah sepakat untuk mengalihkan sementara pelaksanaan OSS ke kementeriannya. Nantinya, setelah BKPM siap, pelaksana OSS akan dikembalikan ke BKPM.

BERITA , NASIONAL

Senin, 04 Jun 2018 15:16 WIB

Menko Perekonomian Darmin Nasution saat bersiap mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sistem perizinan terpadu (online single submission) akan diluncurkan pekan ini. Setelah ditunda dua kali, pemerintah sepakat sistem itu untuk sementara akan dijalankan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Darmin menambahkan, OSS akan dijalankan serentak di seluruh Indonesia.

"Kami tidak pernah merancang online single submission secara bertahap. Itu di-launching, diumumkannya ya sekaligus. Dilaksanakannya ya sekaligus," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (4/6/2018).

Sebelumnya, pemerintah sudah dua kali menunda peluncuran sistem perizinan terpadu atau OSS. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut proyek OSS sebagai proyek ambisius pemerintah. Menurut dia, masih ada kendala di sejumlah daerah. Selain itu, secara organisasi, BKPM yang semestinya menjadi pelaksana proyek itu pun belum siap.

Namun Darmin mengatakan presiden sudah sepakat untuk mengalihkan sementara pelaksanaan OSS ke kementeriannya. Nantinya, setelah BKPM siap, pelaksana OSS akan dikembalikan ke BKPM.

"BKPM belum siap struktur organisasi, SDM, dan anggarannya, maka saya usul biar kantor Menko saja yang launching dan jalankan menunggu BKPM selesai. Presiden tanya BKPM berapa lama selesai? (Katanya) enam bulan."

Darmin memastikan kementeriannya siap menjalankan sistem baru tersebut. Sumber Daya Manusianya akan diambil dari proyek Indonesia National Single Window. Keputusan itu kata dia sudah dimasukkan dalam draf peraturan pemerintah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.