Share This

KLHK Sebut 8 Kasus Gajah Mati di Aceh Tak Pernah Terungkap

Penyebabnya antara lain kurangnya tenaga Badan Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 21 Jun 2018 20:17 WIB

Tim Identifikasi Polres Aceh Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian gajah sumat

Tim Identifikasi Polres Aceh Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian gajah sumatera di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Desa Bunin, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (9/6). (Foto: Antara/Al Mahdi)

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK mencatat, ada delapan kasus kematian gajah di Aceh, namun tidak satu pun yang diselesaikan melalui jalur hukum. 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengaku, penyebabnya antara lain kurangnya tenaga Badan Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA. Sehingga pengawasan tidak bisa maksimal. Karena itu, kementerian akan segera memanggil para penanggung jawab terkait untuk menyelidiki hal tersebut.

“Iya makanya sedang kita cek semua. (Kata ibu akan di panggil?) Iya ini sudah saya komunikasikan, segera, sesegera mungkin. Ini dalam delapan kali proses kematian gajah di Aceh tidak dapat ditemukan, delapan kasusnya tidak dapet, proses hukumnya tidak dapet juga harimau. (Gajah jinak semua?) Engga, engga gajah liar juga," ujar Wiratno, kepada wartawan Kamis (21/06/2018). 

“Jadi gini ketika kasus gajah ini, karena makanan dari APBA ini belum ada biayanya, belom tender maka gajah diangon keluar, maka itu kemungkinannya. Tapi ini memang mafia besar dari Waykambas sampe Aceh. Makanya kami akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk tangani hal ini." kata Wiratno lagi.

Wiratno menuturkan, kematian gajah Bunta beberapa waktu lalu menurutnya merupakan modus baru, karena dengan diberi racun. Kata dia, sulitnya bantuan makanan yang disisihkan dari anggaran daerah menjadikan gajah-gajah jinak harus mencari makan di area bebas. Sehingga tidak terpantau oleh petugas konservasi. 

Sebelumnya, gajah Bunta ditemukan tewas karena diracun di kawasan CRU Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Bunta tewas dalam kondisi mengenaskan. Satu bagian gadingnya juga dijarah pemburu. Petugas masih menyelidiki pembunuhan Bunta.

Baca juga:

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.