Share This

Bertemu SBY, JK Bantah Bicara Pencalonan Pilpres 2019

"JK-AHY saya sama sekali tidak mengerti,"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 26 Jun 2018 17:16 WIB

Silaturahmi Wapres Jusuf Kalla di rumah bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (25/06). (Sumber: Setwapres)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pertemuan dirinya dengan bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak membahas tentang politik. JK mengatakan, pertemuan itu hanya bagian dari silaturahmi lebaran dengan semua bekas Presiden RI.

Sebelumnya, JK telah bertemu dengan Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie.

"Saya ketemu Ibu Mega, Pak Habibie dan SBY. Artinya semua mantan Presiden saya silaturahim. Itu bukan urusan politik tapi silaturahmi lebaran dengan tiga mantan Presiden," kata JK di Istana Wakil Presiden, Selasa (27/06/18).

JK mengaku tak tahu mengenai wacana pencalonan dirinya berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019. Ia mengatakan, tak ada pembahasan mengenai hal itu dalam pertemuan dengan SBY.

"JK-AHY saya sama sekali tidak mengerti," ujarnya.

JK enggan berkomentar mengenai kemungkinan dirinya ikut berkontestasi dalam Pilpres 2019. JK tak mau mengkonfirmasi mengenai kemungkinan koalisi Partai Golkar dengan Partai Demokrat.

"Koalisi Golkar-Demokrat tanya Ketua Partai Golkar lah," kata Dia.

Kemarin, JK mengunjungi kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII Nomor 26, Jakarta, Selasa (26/06/18). JK diterima oleh SBY beserta Istrinya Ani Yudhoyono dan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono. Usai pertemuan, JK mengatakan hanya mengobrol santai terkait keluarga.

"Kita enggak bicara politik, bicara cucu," ujar JK.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.