Begini Cara Pasien 01 Kelola Stres agar Meningkatkan Imunitas Tubuh untuk Kesembuhan

"Kalau saya pribadi, pengalaman saya, bila saya melalui itu sendiri tanpa dukungan dari luar saya tidak mungkin bisa sembuh secepat itu."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Mei 2020 10:49 WIB

Author

Muthia Kusuma, Astri Septiani

Begini Cara Pasien 01 Kelola Stres agar Meningkatkan Imunitas Tubuh untuk Kesembuhan

Sita Tyasutami pasien 01 positif covid. (Sumber: BNPB/Arfari)

KBR, Jakarta-   Pasien 01 yang sudah sembuh dari virus Covid-19 menceritakan pengalamannya mengelola stres untuk meningkatkan imunitas. Pasien 01 bernama Sita Tyasutami mengatakan, saat dirawat sebagai pasien positif corona, ia mengalami kecemasan akan penghakiman di media massa dan media sosial kepada dirinya.

Kata dia, kecemasan itu menyulitkan dirinya sembuh karena berbagai gejala-gejala corona justru kembali dialaminya. Kata Sita, berkat dukungan keluarga maka ia mengubah stres menjadi pikiran positif untuk membantu orang lain dengan mengampanyekan pentingnya mengelola psikis untuk melandaikan kurva Covid-19.

"Pokoknya harus tetap positif dan semangat untuk hidup dan cari support system. Karena kalau saya pribadi, pengalaman saya, bila saya melalui itu sendiri tanpa dukungan dari luar saya tidak mungkin bisa sembuh secepat itu. Jadi memang dalam diri saya melakukan olah raga ringan agar tetap aktif, pikiran sehat gitu ya kemudian dari eksternal juga banyak faktor," kata Sita melalui media sosial BNPB, Sabtu, (9/5/2020).

Rita menambahkan, perlu gotong royong untuk semua pihak untuk melandaikan kurva Covid-19. Ia mengatakan, dukungan dari orang lain terhadap pasien akan menumbuhkan harapan sembuh dan pikiran positif terhadap pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 itu. Ia mengingatkan bahwa virus itu bukanlah aib dan dapat menyerang siapa saja. Ia juga mengajak agar masyarakat mematuhi prosedur kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Menurut  Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia  Prof Hamdi Muluk m kesejahteraan psikologis penting untuk melawan Covid-19. Kata dia, aspek psikologis dibutuhkan agar masyarakat bisa menjaga keadaan kondusif di tengah pandemi Covid-19. Dengan begitu, program penanganan Covid-19 juga bisa berjalanan dengan baik dan kurvanya segera menurun.

"Membuat kondisi kondusif. Jangan sampai malah ini membuat tidak kondusif misalnya menyebarkan hoaks, rumor, membuat mendorong mengajak orang tidak patuh pada pemerintah dan seterusnya, melanggar protokol kesehatan itu contoh yang tidak kondisif. atau misalnya sekarang malah membuat stigmatisasi pada tetangganya yang kena Covid ada malah yang tidak mau menerima jenazah itu kan juga itu sifat dan kontra produktif," ujar dia.

Hamdi menyebut dalam beberapa riset psikologi yang sehat  mempengaruhi tingkat imunitas seseorang. Dengan begitu diharapkan masyarakat akan tangguh secara fisik, sosial hingga ekonominya.

Kata dia selain menjaga psikologis dan menciptakan kondusifitas, masyarakat juga harus disiplin. Selain itu setiap orang punya tanggung jawab memperbesar tempati, solidaritas dan menjaga konsistensi. Hal ini kata dia harus berkelanjutan sampai nanti kurva Covid-19 di Indonesia melandai. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri