Banyak Perusahaan Krisis, Pemerintah Janjikan Bantuan Mulai Juni 2020

"Mudah-mudahan kalau tidak akhir Mei, Juni nanti bisa diterbitkan dan bisa berlaku efektif Juni, sehingga bisa mendukung perusahaan sekurang-kurangnya 3 sampai 6 bulan kedepan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Mei 2020 17:28 WIB

Author

Resky Novianto, Adi Ahdiat

Banyak Perusahaan Krisis, Pemerintah Janjikan Bantuan Mulai Juni 2020

Pekerja proyek di kawasan gedung perkantoran Kuningan, Jakarta (26/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Perusahaan di berbagai sektor mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah sudah memberi sejumlah insentif seperti relaksasi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk dunia usaha. Tapi, berbagai asosiasi pengusaha menilai insentif itu belum cukup membantu. 

Hal ini diakui juga oleh Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan, saat ia ditanyai soal rencana kebijakan pemerintah untuk industri media yang kini turut mengalami krisis akibat pandemi.

"Memang bantuan kami bagi industri sektoral, termasuk mungkin media, belum cukup ya. Maka sampai dengan saat ini kami terus membuka diri untuk melakukan diskusi, menerima masukan dari masyarakat, dari kelompok usaha, kira-kira insentif seperti apa yang diharapkan dapat diberikan," kata Yustinus kepada KBR, Selasa (19/5/2020).


Berita Terkait:


Subsidi Iuran BPJS, Biaya Listrik, dan Pinjaman Dana

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkapkan kini pemerintah sedang menyiapkan sejumlah insentif tambahan untuk dunia usaha, termasuk industri media.

"Misalnya, melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah mengajukan skema insentif berupa iuran BPJS Ketenagakerjaan yang disubsidi pemerintah sampai dengan 90 persen," kata Yustinus.

"Lalu juga akan ada subsidi untuk pelanggan listrik industri dan juga dukungan lain berupa relaksasi kredit. Jadi kalau pelaku usaha nanti mengalami kesulitan membayar utang, akan dilakukan restrukturisasi dan dibantu oleh pemerintah."

"Termasuk bila membutuhkan, dana untuk keberlangsungan usaha ada channel dari pemerintah, pembiayaan melalui perbankan dan nonbank yang bisa digunakan sebagai modal menarik dana," lanjutnya.

Yustinus menjanjikan keputusan resmi mengenai insentif dunia usaha ini akan cair setelah Lebaran 2020.

"Mudah-mudahan kalau tidak akhir Mei, Juni nanti bisa diterbitkan dan bisa berlaku efektif Juni, sehingga bisa mendukung perusahaan sekurang-kurangnya 3 sampai 6 bulan kedepan," katanya.

"Yang kita pakai pendekatan per sektor usaha. Jadi kami kira tidak akan khusus untuk industri media, tapi ini diberikan kepada sektor-sektor tertentu, mungkin di dalamnya media, tapi tidak spesifik ke media," katanya lagi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste