Awal 2020, Ekonomi Indonesia Turun Mendekati Skenario Berat

"Gangguan aktivitas bisnis akan menurunkan kinerja bisnis, melakukan pemutusan hubungan kerja dan bahkan mengalami ancaman kebangkrutan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Mei 2020 15:24 WIB

Author

Adi Ahdiat

Awal 2020, Ekonomi Indonesia Turun Mendekati Skenario Berat

Tingkat pertumbuhan PDB Indonesia turun dari kisaran 5 persen menjadi 2,97 persen pada triwulan I-2020. (Gambar: Badan Pusat Statistik)

KBR, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah membuat skenario pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Skenario dibuat berdasarkan sejumlah indikator, salah satunya tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), yakni:

  • Skenario berat: terjadi jika pertumbuhan PDB berada di kisaran 2,3 persen year-on-year.
  • Skenario sangat berat: terjadi jika pertumbuhan PDB berada di kisaran -0,4 persen year-on-year.

Jika dilihat dari ukuran itu, saat ini kondisi ekonomi Indonesia sudah mendekati 'skenario berat'.

Secara year-on-year pertumbuhan PDB Indonesia sudah turun dari 5,07 persen pada triwulan pertama 2019, menjadi 2,97 persen pada triwulan pertama 2020.

Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2020 yang dirilis Selasa (5/5/2020).

"Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan oleh kontraksi pada seluruh komponen pengeluaran," kata BPS dalam laporannya.


Berita Terkait:


Pemerintah Belum Jelaskan Langkah Menghadapi Skenario Berat

Dalam laporan skenario ekonomi Kemenkeu awal April 2020, pemerintah sudah menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 akan berdampak pada melemahnya sektor keuangan, korporasi, UMKM, sampai hilangnya pendapatan rumah tangga.

"Gangguan aktivitas bisnis akan menurunkan kinerja bisnis, melakukan pemutusan hubungan kerja dan bahkan mengalami ancaman kebangkrutan," jelas Kemenkeu di laporannya.

"Memburuknya aktivitas ekonomi dan dunia usaha akan merembet ke Sektor Keuangan. Perbankan dan perusahaan pembiayaan berpotensi mengalami persoalan likuiditas dan insolvency (bangkrut)," lanjutnya.

Kendati demikian, dalam laporan itu Kemenkeu belum menjelaskan langkah spesifik apa yang akan dilakukan pemerintah dalam 'skenario berat'.

Menkeu Sri Mulyani juga baru sekadar memprediksi bahwa 'skenario berat' akan menambah angka kemiskinan di Indonesia, tapi belum memaparkan rencana antisipasinya.

"Ini (pandemi Covid-19) pasti akan berpengaruh ke dampak sosial dan pembangunan kita. Angka kemiskinan kita mungkin akan meningkat, dalam 'skenario berat' bisa naik menjadi tambahan 1,1 juta orang," kata Sri Mulyani dalam konferensi daring pekan lalu (28/4/2020). 

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Taiwan Berlakukan Larangan Masuk Pekerja Migran Asal Indonesia

Kabar Baru Jam 7