Terima Suap 500 Juta, MA Berhentikan Hakim Kayat

"Diberikan uang pemberhentian sementara sebesar 50 persen dari penghasilan jabatan yang diterimanya terakhir terhitung mulai tanggal 1 Juni 2019"

NASIONAL

Selasa, 07 Mei 2019 10:38 WIB

Author

Heru Haetami

Terima Suap 500 Juta, MA Berhentikan Hakim Kayat

Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Balikpapan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Mahkamah Agung memberhentikan sementara Kayat, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur Kayat, karena telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kayat merupakan tersangka atas dugaan suap untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat, Sudarman.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA), Andi Samsan Nganro mengatakan MA menutuskan mengambil langkah tegas terhadap Kayat,  karena telah melanggar kode etik sebagai seorang hakim.

"Mahkamah Agung akan melakukan langkah-langkah sebagai sikap, mengingat yang bersangkutan sebagai hakim. Langkah Mahkamah Agung yaitu mengambil keputusan untuk pemberhentian sementara terhadap Hakim Kayat yang tertangkap pada hari Jumat yang lalu," kata Andi saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (06/05/2019).

Kayat diberhentikan sementara terhitung sejak 3 Mei 2019. Pemberhentian sementara tersebut berdasarkan Surat Keputusan MA Nomor 78/MA/SK/V/2019.

Andi menambahkan, sesuai undang-undang kayat diberikan uang pemberhentian sebesar 50 persen dari penghasilan jabatannya.

"Kedua, kepadanya diberikan uang pemberhentian sementara sebesar 50 persen dari penghasilan jabatan yang diterimanya terakhir terhitung mulai tanggal 1 Juni 2019 berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Andi.

Sebelumnya, KPK menetapkan Kayat sebagai tersangka atas dugaan suap terhadap pembebasan Sudarman dalam kasus pemalsuan surat. Saat itu, Kayat meminta bayaran sebesar Rp 500 juta untuk membebaskan Sudarman.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.