Supir Pribadi Kivlan Zen Jadi Tersangka Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional

Selain jadi supir pribadi mantan jenderal, tersangka juga berprofesi sebagai pemilik sekaligus koordinator perusahaan penyedia jasa keamanan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 30 Mei 2019 10:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

Supir Pribadi Kivlan Zen Jadi Tersangka Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional

Mayor Jenderal TNI Purn. Kivlan Zen (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta (13/5/2019). Saat itu Kivlan diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan tuduhan makar. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/ama)

Polri telah menangkap enam orang yang diduga berencana membunuh sejumlah tokoh nasional.

Salah satu tersangkanya adalah Armi, supir pribadi Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Kivlan Zen.

"Part time saja dia (Armi) membantu dalam hal sebagai driver-nya Pak Kivlan. Membantu sekali-kali, tidak full, karena Pak Kivlan pada prinsipnya lebih nyaman mengendarai kendaraan seorang diri," kata kuasa hukum Kivlan Zen, Djudju Purwantoro di Polda Metro Jaya, Kamis dini hari kepada Antara (30/5/2019).

Armi dan Kivlan sama-sama anggota TNI. Tapi menurut Djudju, mereka baru saling mengenal sejak tiga bulan belakangan, yakni sejak Armi mulai bekerja pada Kivlan.

Menurut Djudju, Kivlan tidak tahu kalau Armi jadi salah satu tersangka rencana pembunuhan tokoh nasional dan memiliki senjata api ilegal.

Djudju menyebut, Kivlan menganggap Armi memegang senjata untuk keperluan kerja, mengingat profesi utama Armi sebagai pemilik sekaligus koordinator perusahaan penyedia jasa keamanan.

"Waktu itu pernah menginformasikan, tapi Pak Kivlan beri saran kalau memiliki senjata api apalagi koordinator satpam itu harus sesuai aturan, harus memiliki izin," ujar Djudju.


Mereka yang Diancam Dibunuh

Menurut Mabes Polri, Armi bersama lima orang lainnya terlibat dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

Tokoh yang diduga hendak dibunuh adalah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Polri juga menemukan rencana pembunuhan terhadap seorang pimpinan lembaga survei, yang hingga saat ini identitasnya belum diungkap jelas.

Menurut Wiranto, sebetulnya masih ada pejabat-pejabat lain yang mendapat ancaman pembunuhan.

Dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Wiranto sempat mengatakan, “Memang yang diancam tidak hanya empat orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi, saya kira, kita tidak perlu surut dengan ancaman itu," ujarnya sebagaimana dikutip Antara (27/5/2019).

Wiranto juga menambahkan, “Memang rencana pembunuhan kepada pejabat itu kan ditujukan atau dimaksud untuk memberikan rasa takut, agar pejabat yang bersangkutan kemudian mengurangi aktivitasnya, lemah. Tetapi kita tidak seperti itu," ujarnya.

(Sumber: ANTARA)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Narapidana Korupsi Bisa Menang di Pilkada 2020