KPK Periksa Ignasius Jonan Terkait Dua Kasus Suap

Jonan diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap PLTU Riau-1, serta kasus suap PT BLEM.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 31 Mei 2019 15:38 WIB

Author

Adi Ahdiat

KPK Periksa Ignasius Jonan Terkait Dua Kasus Suap

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, saat memberi kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur (6/4/2019). (Foto: ANTARA/Moch Asim/wsi)

KBR, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, diperiksa KPK dalam penyidikan terkait dua kasus suap.

Kasus pertama adalah dugaan suap PLTU Riau-1 yang melibatkan bekas Dirut PLN, Sofyan Basir.

Sedangkan kasus kedua adalah dugaan suap PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) terhadap bekas anggota DPR dari fraksi Golkar, Eni Saragih.


Kasus Sofyan Basir

Sofyan Basir diduga ikut bersekongkol dengan Eni Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR), Johannes Kotjo, dalam kontrak proyek PLTU Riau-1 senilai $900 juta dolar atau setara Rp12,8 triliun.

Persekongkolan itu diduga sudah dimulai sejak tahun 2016. Saat itu PT PLN belum ditugaskan untuk menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK). Namun Sofyan diduga telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

PLTU Riau-1 adalah salah satu proyek pembangkit listrik batu bara yang termuat dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 – 2027. Ini merupakan bagian penting dari rencana besar pendistribusian listrik bagi 100 persen penduduk Sumatera.

Sofyan telah ditahan KPK sejak senin (27/5/2019). Sampai saat ini penyidikan terhadapnya masih berjalan.


Kasus Eni Saragih

Eni Saragih sudah resmi ditahan karena terbukti menerima suap Rp4,75 miliar dalam kasus PLTU Riau-1.

Namun, belakangan Eni juga diduga pernah menerima suap sebesar Rp5 miliar dari Samin Tan, pemilik PT BLEM.

Samin Tan diduga meminta bantuan Eni untuk mempengaruhi Kementerian ESDM. Samin ingin pihak kementerian membatalkan penghentian kontrak kerja salah satu anak perusahaan Samin, PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Menurut keterangan Antara, Eni kemudian menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni disebut memanfaatkan posisinya sebagai anggota Panitia Kerja Mineral dan Batu Bara (Minerba) dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Saat ini Samin Tan telah ditetapkan sebagai tersangka KPK, namun penyidikan kasusnya masih terus berjalan.

(Sumber: ANTARA)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir