H-7 Lebaran, 186 Ribu Mobil Sudah Tinggalkan Jakarta

"Angka ini naik sebesar 41,69 persen dari lalu-lintas harian normal sebesar 131.698 kendaraan," kata Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 30 Mei 2019 16:28 WIB

Author

Adi Ahdiat

H-7 Lebaran, 186 Ribu Mobil Sudah Tinggalkan Jakarta

Antrian kendaraan pemudik menuju pintu Gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat (30/5/2019). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara/wsj)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, hingga H-7 lebaran sudah ada 186.602 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol, baik ke arah Timur, Barat, maupun Selatan.

"Angka ini naik sebesar 41,69 persen dari lalu-lintas harian (LHR) normal sebesar 131.698 kendaraan," kata Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti, dalam keterangan resminya yang dikutip Antara (30/5/2019).

Menurut Irra, lalu lintas kendaraan mudik sampai Rabu (29/5/2019) baru memenuhi 13,5 persen dari total prediksi Jasa Marga.

Pihaknya memperkirakan, dari H-7 sampai H-1 lebaran akan ada sekitar 1,3 juta mobil yang keluar dari Jakarta.


Arus Kendaraan Paling Banyak ke Arah Timur

Hingga Rabu (29/5/2019) peningkatan arus kendaraan dari Jakarta tercatat paling banyak ke arah Timur, terutama ke Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama yang menjadi pengganti GT Cikarang Utama.

Di arah Timur, GT Cikampek Utama dilintasi sekitar 57 ribu kendaraan, dan GT Kalihurip Utama sekitar 29 ribu.

Di arah Barat, GT Cikupa dilintasi sekitar 65 ribu. Sedangkan di arah Selatan, GT Ciawi dilintasi sekitar 33 ribu.

(Sumber: ANTARA)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir