Bentrok di Petamburan, Polisi Sita Ambulans Partai Berisi Batu

"Ada juga setelah kami geledah, massa-massa tersebut masih menyimpan berbagai amplop, dan uangnya masih ada."

NASIONAL

Rabu, 22 Mei 2019 12:55 WIB

Author

Muthia Kusuma

Bentrok di Petamburan, Polisi Sita Ambulans Partai Berisi Batu

Polisi mencoba menembakan gas air mata saat kerusuhan terjadi di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian  telah mengidentifikasi massa yang membuat keributan dengan membakar belasan mobil kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas yang terjadi pada pukul 03.00 WIB di KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat. Juru Bicara Polri, M. Iqbal mengatakan, masa berjumlah sekira 200 orang itu sudah diatur dan disiapkan dengan beragam barang bukti yang mendukung. 

"Berbagai data sudah kami dapat dari hasil pemeriksaan sementara. Mayoritas massa dari luar Jakarta, dari Jawa Barat, Banten, dan ada yang dari Jawa Tengah. Dan ada bukti-bukti, ada satu ambulan, penuh dengan batu dan alat-alat sudah kami amankan. Dan ada juga setelah kami geledah, massa-massa tersebut masih menyimpan berbagai amplop,  dan uangnya masih ada. Sudah kami sita dan Polda Metro Jaya masih mendalami hal tersebut," ucap M. Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu, (22/5/2019).

Iqbal belum dapat menyebutkan berapa nominal uang yang berhasil disita oleh kepolisian. Ia juga enggan membeberkan identitas ambulan berlambang partai yang penuh dengan alat-alat seperti batu, bom molotov, dan petasan. Namun, di media sosial banyak beredar foto ambulan Gerindra dengan penuh alat-alat yang digunakan untuk merusak seperti batu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir