Atasi Sampah Plastik, Pemerintah Kembangkan Alat dari Belanda

"Alatnya akan diteliti, riset dan rencana harus selesai tahun ini. Segeralah, kalau bisa tahun ini,"

NASIONAL

Senin, 13 Mei 2019 12:38 WIB

Author

Resky Novianto

Atasi Sampah Plastik, Pemerintah Kembangkan Alat dari Belanda

Alat pembersih sampah plastik di sungai, Senin (13/05/19). (Foto: KBR/Rezky N)

KBR, Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian koordinator bidang Kemaritiman, berencana akan mengembangkan alat pembersih sampah plastik di sungai, yang didatangkan langsung dari Belanda. Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah mengoperasikan 1 unit alat pembersih tersebut di sungai Cengkareng drain Jakarta Utara.

Ia menyebut, Pemerintah akan meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), untuk meriset dan meneliti alat tersebut, agar nantinya bisa dimodifikasi serta diproduksi massal di dalam negeri.

"Kita sudah bicara Ibu Siti (Menteri LHK) setelah lihat ini, kan kita tinjau masih ada memang harus ada perbaikan, tapi ini sudah ada model yang bagus, ada 14 sungai di Jakarta ini. Kita mau tiap sungai nanti ada satu begini, disamping itu kita teluknya nanti kita mungkin berikan seperti ini. Sehingga itu akan sangat membantu membersihkan sampah, tinggal sekarang setelah sampah diambil mengumpulkannya itu harus dibuat mekanisme yang bagus, kemudian nanti dibawa di Bantar Gebang tempat pemilahan sampah," ucap Luhut Pandjaitan seusai meninjau Alat Pembersih Sampah Plastik di Cengkareng Drain, PIK, Jakarta Utara, Senin (13/5/2019).

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, satu unit alat pembersih sampah plastik sungai yang  berharga Rp5 miliar,  mampu mengangkut sampah  hingga 30 ton setiap harinya.

Kata dia,  alat tersebut rampung diteliti dan dikembangkan pada tahun ini.

"Alatnya akan diteliti, riset dan rencana harus selesai tahun ini. Segeralah, kalau bisa tahun ini planning ya sudah selesai alatnya. Jadi bisa paralel, bukan hanya Jakarta, mungkin Bali juga bisa," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.5: Kuliah di Iran, Cerita dari Bahesty Zahra

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17