Share This

Densus 88 Masih Periksa 10 Napi Teroris Kerusuhan Mako Brimob

Densus 88 Mabes Polri masih menyelidiki penyebab pemberontakan napi teroris di Mako Brimob Kepala Dua, Depok.

BERITA , NASIONAL

Minggu, 13 Mei 2018 19:28 WIB

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) didampingi Anjak Madya Divisi Humas Polri Kombes Pol Slamet Pribadi memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris, di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (13/5). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Densus 88 Mabes Polri terus menyelidiki penyebab pemberontakan napi teroris di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, pada Selasa malam lalu. Juru Bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto, mengatakan Densus masih memiliki waktu sekitar empat hari untuk memeriksa sepuluh napi yang sempat menolak menyerah tersebut. 

Pemeriksaan terhadap para napi itu, meliputi identitas beserta afiliasi jaringan, penyebab kerusuhan, hingga senjata yang digunakan saat kerusuhan.

"Masih kita teliti, apakah ada skenario besar," kata Setyo di kantornya, Minggu (13/05/2018).

Setyo mengatakan, saat ini sepuluh napi tersebut masih berada di rutan Mako Brimob. Dia juga menyebut, lembaganya belum memilih lapas mana untuk memindahkan sepuluh napi teroris itu. Karenanya, Polri akan menunggu kabar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham mengenai lapas yang siap menampung. 

Dia juga tak bisa memperkirakan, apakah sepuluh napi itu akan ditempatkan Nusakambangan seperti 145 narapidana terorisme lainnya, atau dipilihkan lapas lainnya. Kata Setyo, ada syarat khusus untuk lapas yang akan dihuni napi teroris, utamanya dari segi keamanan.

Baca juga: Polisi: Yang Ditangkap Itu Mau Bantu Napi Teroris di Mako Brimob

Kerusuhan pada Selasa malam lalu itu mengakibatkan lima anggota Polri dan seorang narapidana teroris tewas. Sementara beberapa orang lainnya luka-luka. Polri pun membantah para napi teroris itu menggunakan senjata tajam saat menganiaya anggota Polri hingga tewas. Berdasarkan barang bukti, para napi menggunakan pecahan kaca untuk melukai korban.

Pada proses pengambilalihan Mako Brimob oleh polisi, dari 155 tahanan di Mako Brimob ada sepuluh orang di antaranya yang berkeras tak mau menyerahkan diri. Kesepuluh orang ini baru menyerah setelah polisi melakukan penyerbuan. Tim investigasi polisi lantas memeriksa sepuluh napi itu untuk menggali peran masing-masing dalam kerusuhan Mako Brimob.

Baca juga: Kapolri Tito Ungkap Alasan Tak Kepung Mako Brimob

Editor: Quinawaty

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.