Share This

Bertemu Jokowi, PM Cina Janji Tak Datangkan Banyak Tenaga Kerja ke Indonesia

"Perusahaan dari Tiongkok berinvestasi di Indonesia pada empat koridor ekonomi"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 08 Mei 2018 10:10 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang (kiri) berfoto dengan maskot Asian Games XVIII usai pertemuan bilateral di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Perdana Menteri Cina Li Keqiang berjanji tak akan mendatangkan banyak tenaga kerjanya ke Indonesia. Janji tersebut Li Keqiang sampaikan langsung saat bertemu Presiden Joko Widodo.

Li Keqiang berkata,  sudah berpesan pada investor Cina  agar menggunakan lebih banyak tenaga kerja lokal, saat berinvestasi di Indonesia.

"Kami akan mengarahkan perusahaan dari Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia pada empat koridor ekonomi tersebut. Tapi kami menekankan pada perusahaan tiongkok yang berinvestasi di Indonesia harus sebagian besar lapangan kerja dan tenaga kerja di Indonesia. Dengan demikian baru bisa mendapatkan keuntungan antara kedua negara. Ini arah kita bersama," kata Li Keqiang di Istana Bogor, Senin (07/05/2018).

Li Keqiang mengatakan,  ingin kerja sama investasi antara Cina dan Indonesia bisa saling menguntungkan. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja yang mayoritas warga lokal, justru lebih menguntungkan bagi investor, ketimbang membawanya dalam jumlah besar ke Indonesia. Ia berkata, hanya tenaga kerja tertentu yang akan didatangkan ke Indonesia.

Li Keqian juga menyatakan negaranya akan mendukung usulan kerja sama dalam koridor ekonomi di Indonesia. Ia berkata, negaranya akan mengirim tim ahli untuk mengkaji usulan koridor ekonomi itu, terutama di bidang pembangunan pelabuhan, ekonomi pesisir, hingga pembangunan pengolahan perikanan.

Kunjungan Li Keqian ini menjadi kunjungannya yang pertama ke Indonesia, sejak dia menjabat sebagai PM Cina. Li Keqian terakhir berkunjung ke Indonesia pada 2008 saat menjabat sebagai Wakil PM. Kunjungan itu juga menandai lima tahun kemitraan strategis dan komperehensif Indonesia-Cina.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.