Share This

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

"Tetapi bukan soal terorismenya, mungkin ada masalah-masalah. Memang kalau teroris digabung jadi satu, dia bikin universitas. Kalau dipecah-pecah bikin virus."

, NASIONAL , QUOTE OF THE DAY

Rabu, 09 Mei 2018 15:42 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini kerusuhan yang terjadi antara petugas dan tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, tak terkait dengan aksi terorisme. Meski terjadi di blok tahanan terorisme, menurutnya ricuh itu dipicu permasalahan internal antara petugas dan tahanan.

JK berkata, polisi segera menyelesaikan masalah ini.

"Tetapi bukan soal terorismenya, mungkin ada masalah-masalah. Memang kalau teroris digabung jadi satu, dia bikin universitas. Kalau dipecah-pecah bikin virus. Dan mereka memang dalam tahap pemeriksaan, sebagian belum ke pengadilan," kata JK di kantornya, Rabu (9/5/2018).

Ia pun melanjutkan, kerusuhan tersebut memang menjadi risiko kebijakan Mako Brimob yang menempatkan tahanan dan narapidana terorisme dalam satu blok. Menurutnya, mereka bisa membentuk kelompok baru lantaran memiliki perspektif yang sama. Namun jika dicampur, kata JK, tahanan terorisme bisa mempengaruhi tahanan tindak pidana lain di Mako Brimob.

JK berujar, polisi akan bersicepat merampungkan negosiasi dengan para tahanan terorisme yang masih menyandera petugas tersebut. "Dalam proses, semoga bisa selesai cepat. Memang ada sedikit keributan di situ, tapi saya yakin polisi dapat menyelesaikan itu."

Baca juga:

Sementara soal tahanan yang sempat merebut senjata petugas, menurut Kalla, akan ada penyelesaian tersendiri dari kepolisian. Ia menilai standar pengamanan di Mako Brimob sesungguhnya sudah sangat baik. Mengingat, polisi dengan kompetensi khusus dan persenjataan lengkap yang berada di sana.

Meski begitu, Kalla memastikan pemerintah tetap akan mengevaluasi penitipan tahanan dan narapidana terorisme di Mako Brimob. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusuhan berulang.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.