Stok dan Produksi Beras Aman Sampai Akhir Tahun

"Saya optimis stok dan produksi beras mencukupi kebutuhan nasional hingga akhir Desember 2020,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Apr 2020 12:29 WIB

Author

Muthia Kusuma

Stok dan Produksi Beras Aman Sampai Akhir Tahun

Pekerja memeriksa kualitas beras di Gudang Perum Bulog Sub Divre Pekalongan, Desa Munjung Agung, Tegal, Jateng (7/4/2020). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjamin ketersediaan beras secara nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020 tidak akan mempengaruhi angka inflasi nasional. 

Bahkan Agus menjamin stok beras nasional aman hingga masa panen mendatang. 

Selain itu, terkait harga beras nasional, mendag menyebut masih terpantau stabil, bahkan sepanjang Maret kemarin tidak memicu angka inflasi.

"Kita memasifkan jalur distribusi dan barang ini diprioritaskan. Jadi kedua stok cukup, tadi gula pasir yang dalam konversi rafinasi masuk tadi sekitar 4.000 ton. Kemudian bawang putih juga masuk. Dan terus setiap hari masuk, beberapa kontainer yang datang dari Tiongkok," ucap Mendag Agus Suparmanto saat inspeksi mendadak langsung ke Pasar Induk Beras Cipinang dan PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Menurut Mendag, stok beras nasional untuk menghadapi puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri saat ini tersedia sebanyak 3,38 juta ton. 

Sementara stok beras di Perum Bulog tersedia stoknya sebesar 1,42 juta ton, stok di penggilingan 1,2 juta ton, stok di pedagang 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 28.431 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP sebesar 2.939 ton. 

"Ditambah lagi dengan memasuki musim panen secara berkesinambungan hingga Agustus 2020, stok beras nasional akan mendapat tambahan sebesar 19,8 juta ton," tutur Agus.

Ia menambahkan, kementeriannya juga sudah menggandeng Kementerian Pertanian dan pelaku usaha beras. 

Menteri Agus mencatat, saat ini di seluruh sentra produksi beras memasuki masa panen raya sehingga diperkirakan ada tambahan produksi pada mulai bulan Maret hingga Agustus 2020 sebesar 19,8 juta ton.

"Dengan demikian, kebutuhan beras diperkirakan sebesar kurang lebih 2,5 juta ton per bulan, dan sebagai antisipasi panjangnya masa penanganan COVID-19, saya optimis stok dan produksi beras mencukupi kebutuhan nasional hingga akhir Desember 2020,” ujar Agus Suparmanto.

Sementara itu, secara nasional, harga beras medium rata-rata sebesar Rp10.800/ kg, stabil dibandingkan minggu lalu, dan naik 1,89% dibandingkan bulan lalu. Harga tertinggi terjadi di Bulungan (Tanjung Selor) sebesar Rp13.429/kg, dan terendah di Jambi Rp9.000/kg. Rata-rata harga beras premium tercatat Rp12.400/kg, relatif stabil dibandingkan minggu lalu, dan bulan lalu. Harga tertinggi terjadi di Pekanbaru Rp14.656/kg dan terendah di Banda Aceh Rp10.667/kg.

Optimistisme Bulog

Sebelumnya, pemerintah melalui Perum Bulog memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tidak terduga.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lain yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk bisa selalu tersedia di masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba," ujar Budi Waseso seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan bahwa Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan tersebut.

Bulog memastikan seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun off line, juga gerai milik Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan ritel modern yang ada.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste