Selama Pandemi, BEI Catat Aktivitas Jual-Beli Saham Menurun

Itu terdapat penurunan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 1,49 persen menjadi 462 ribu kali.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Apr 2020 19:26 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Selama Pandemi, BEI Catat Aktivitas Jual-Beli Saham Menurun

ilustrasi bursa saham di Bursa Efek Indonesia

KBR, Jakarta - Bursa Efek Indonesia mengklaim ada penurunan aktivitas jual beli saham selama pandemi COVID-19. 

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menyebut, nilai rata-rata transaksi harian juga turun hampir 24 persen. 

Begitupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tahun berjalan tercatat anjlok 26,43 persen menjadi 4.635, jika dibandingkan penutupannya di akhir tahun 2019. 

Sementara penurunan kapitalisasi pasar terjadi sebesar 26,11 persen menjadi Rp5.368 triliun.

"Itu terdapat penurunan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 1,49 persen menjadi 462 ribu kali. Diikuti penurunan rata-rata nilai transaksi harian sebesar 23,84 persen menjadi Rp6,94 triliun," tutur Inarno dalam video conference BEI hari ini (24/04/20).

Inarno Djajadi melanjutkan, penurunan juga terjadi pada volume transaksi harian, dengan rata-rata sebesar 51,87 persen. Di mana nilainya menjadi sekitar 7 miliar saham di 2020. Padahal pada tahun 2019 terdapat 14,54 miliar saham.

Djajadi menambahkan, penurunan terhadap perdagangan di bursa mulai muncul pada Maret 2020, saat pemerintah mengumumkan dua kasus positif COVID-19 di Indonesia.

"Sampai saat ini pasar keuangan terkena dampak negatif baik dalam dan luar. Situasi ini terus bertahan sampai IHSG dapat level terendah pada 24 Maret, turun 37,49 persen dibanding akhir tahun lalu. Semoga ini puncak penurunan terdalam tahun ini," ucapnya.

Ia menyebut, hal yang serupa pada dasarnya juga terjadi di pasar global, karena mengalami gangguan yang sama yaitu pandemi COVID-19. 

Djajadi menyebut, investor global dan domestik merespons negatif pasar keuangan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Pada 2020 hampir semua indeks bursa global mengalami penurunan, dengan penurunan nilai kapitalisasi pasar. Yang tertinggi dialami Austria, sedangkan penurunan market cap tertinggi dialami di Amerika Serikat sebesar US$3 triliun," katanya.

Realisasi Buyback Capai Rp876 Miliar

Selain itu, BEI juga mencatat mengemukakan realisasi buyback atau pembelian kembali saham di bursa perdagangan baru mencapai sekitar Rp876,09 Miliar. 

Pembelian kembali saham itu berasal dari perusahaan BUMN dan nonBUMN.

"Total nilai buyback yang telah dilakukan oleh perusahaan BUMN adalah sebesar Rp181 miliar atau 1,8 persen dari total rencana buyback seluruh perusahaan BUMN. Sedangkan Perusahaan nonBUMN adalah sebesar Rp694 miliar atau 7,6 persen dari total rencana buyback seluruh Perusahaan NonBUMN," ucap Inarno.

Inarno Djajadi menyebut saat ini BEI sudah menerima rencana pembelian saham kembali dari total 65 perusahaan, dengan rincian 53 perusahaan non BUMN dan 12 perusahaan BUMN. 

Namun, lanjutnya, belum seluruh perusahaan merealisasikan rencananya pembelian kembali itu.

"Saat ini sudah terdapat 7 BUMN dan 35 non BUMN yang telah melaksanakan buyback. Atau sekitar 66 persen dari total 65 perusahaan tercatat yang berencana melakukan buyback, sudah melakukan," katanya.

Sebelumnya, perusahaan yang tercatat di pasar modal memang diberikan kelonggaran oleh BEI untuk melakukan pembelian kembali seperti ini, tanpa harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dulu. 

"Tujuannya, untuk mencegah penurunan nilai saham yang tajam di tengah pandemi COVID-19," tambah Djajadi.

Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabr Baru Jam 18

Persiapan Pemerintah Hadapi New Normal

Kabar Baru Jam 17