PUPR: Tahun Ini Tak Ada Anggaran untuk Ibu Kota Baru

"Tidak ada satu pun kegiatan terkait IKN di tahun ini," kata Menteri PUPR.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Apr 2020 18:21 WIB

Author

Adi Ahdiat

PUPR: Tahun Ini Tak Ada Anggaran untuk Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi calon Ibu Kota Negara baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (17/12/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan  tidak akan mengurusi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di tengah pandemi Covid-19.

"Terkait IKN, saya kira Bapak Ibu sekalian yang menyetujui anggaran PUPR tahun 2020, tidak ada satu pun kegiatan terkait IKN di tahun ini," ujar Menteri Basuki dalam rapat kerja daring bersama DPR, seperti dikutip Antara, Selasa (21/4/2020).

"Kalau ada software-software (terkait IKN), ini hanya untuk persiapan, misalnya gagasan-gagasan bagaimana kalau memang IKN nanti. Jadi kita punya gagasannya, bukan desainnya," katanya lagi.

Menteri Basuki juga menegaskan sampai saat ini belum ada payung hukum dan anggaran yang dialokasikan untuk IKN baru.


Anggaran Kementerian PUPR Dipotong Banyak

Di kesempatan terpisah, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengungkapkan di tengah pandemi ini pemerintah telah memotong anggaran PUPR.

“Bagian yang paling besar pemotongannya adalah budget untuk PUPR. Mereka juga menyadari banyak dari proyek itu tidak akan jalan,” kata Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu, seperti dilansir Antara, Senin (20/4/2020).

Febrio tidak menyebutkan berapa tepatnya anggaran yang dipotong itu. Namun, menurut lansiran resmi PUPR, pada awal April 2020 mereka sudah mengalihkan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp24,53 triliun untuk penanganan Covid-19.

Adapun beberapa proyek yang masih berjalan saat ini umumnya terkait penanganan pandemi, seperti:

  • Preservasi jalan untuk memperlancar distribusi logistik;
  • Pembangunan sarana-prasarana air minum;
  • Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk tempat isolasi pasien;
  • Rehabilitasi rumah sakit dan fasilitas pendidikan, serta;
  • Sejumlah program padat karya untuk warga yang mata pencahariannya terganggu akibat Covid-19.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10