Polisi Catat Ribuan Pelanggaran Selama Penerapan PSBB

Polisi dan TNI terus melakukan edukasi dan pendekatan humanis saat melaksanakan tugas dan menemukan pelanggaran.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Apr 2020 21:03 WIB

Author

Muthia Kusuma

Polisi Catat Ribuan Pelanggaran Selama Penerapan PSBB

Kondisi lalu lintas saat hari pertama pelaksanaan PSBB di Jakarta, 9 April 2020 lalu.

KBR, Jakarta - Kepolisian mencatat sebanyak 1.374 pelanggaran di Jalan Raya selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Argo Yuwono, pelanggaran itu di antaranya 988 pengendara tidak menggunakan masker dan sarung tangan. 

Kemudian pelanggar roda dua yang berboncengan tidak satu alamat sebanyak 93 pelanggar, dan jumlah penumpang roda empat melebihi 50 persen kapasitas kendaraan sebanyak 303 pelanggar.

"Wilayah Depok dan Bekasi hingga saat ini masih melakukan sosialisasi tentang aturan selama masa PSBB terhadap para pengendara kendaraan bermotor, sedangkan untuk wilayah Bogor, Polresta Bogor Kota telah memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker maupun melebihi jumlah kapasitas penumpang sebanyak 58 orang, mobil pribadi sebanyak 22 orang dan angkutan umum sebanyak 48 orang," ucap Argo di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (17/4/2020).

Argo Yuwono mengimbau agar Polisi dan TNI terus melakukan edukasi dan pendekatan humanis saat melaksanakan tugas dan menemukan pelanggaran.

Ia melanjutkan, Kepolisian juga membubarkan 248.168 kerumunan massa, mulai 14 Maret hingga 16 April lalu, melakukan penyemprotan disinfektan, dan edukasi melalui sosialisasi dan himbauan terkait penanganan virus Covid-19.

Selain itu, Kepolisian juga melaksanakan Program Keselamatan 2020, Rabu, 15 April 2020 kemarin.

Hingga hari ketiga pelaksanaannya, peserta Program Keselamatan 2020 mencapai 9.403 peserta.

"Peserta yang mengikuti program Keselamatan 2020 yang terdiri dari supir taksi, bus, truk, travel, angkutan umum, ojek, bajaj, andong, delman dan kernet merupakan masyarakat yang belum tersentuh dengan kebijakan pemerintah seperti BPJS, departemen atau kementerian," pungkasnya.

 

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste