Pasokan Bahan Pokok Aman saat PSBB, Masyarakat Diminta Beli Sesuai Kebutuhan

Anda borong banyak juga percuma, bagi konsumen lain tidak kebagian begitu. Masing-masing toko beda lah, ada yang bergerak di bidang grosiran ada yang memang ritel.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Apr 2020 20:00 WIB

Author

Resky Novianto

Pasokan Bahan Pokok Aman saat PSBB, Masyarakat Diminta Beli Sesuai Kebutuhan

ilustrasi

KBR, Jakarta - Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memastikan kebutuhan pasokan bahan pokok di ritel perbelanjaan tetap buka dan tersedia setiap harinya. Termasuk di daerah yang masuk zona pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Anggota Dewan Penasihat Hippindo, Tutum Rahanta meminta konsumen untuk berbelanja kebutuhan pokok sesuai dengan porsi yang wajar. 

Menurutnya, belanja berlebih dapat membuat masyarakat lain tidak kebagian bahan pokok.

"Kalau saya toko yang besar stoknya banyak anda beli (lebih) tidak masalah, tapi kalau minimarket stoknya tidak banyak kan. Anda borong banyak juga percuma, bagi konsumen lain tidak kebagian begitu. Masing-masing toko beda lah, ada yang bergerak di bidang grosiran ada yang memang ritel. Anda kalau beli banyak di grosiran saja, tidak masalah masih buka," ucap Tutum saat dihubungi KBR, Jumat (10/4/2020).

Tutum mengatakan, pembelian bahan pokok harus dilakukan secara cermat dan sesuai kebutuhan. 

Ia berharap masyarakat tidak panik membeli atau panic buying, lantaran kondisi saat ini masih terbilang aman dengan stok yang mencukupi. 

Menurut Tutum, masyarakat harus mulai bersikap bijak dalam menentukan pembelian, agar bahan pokok dapat dinikmati secara merata.

"Untuk kebutuhan sehari-hari anda jangan dibawa dalam keadaan yang memang dapat menganggu sistem semua yang ada. Belilah yang anda butuhkan, jangan dipaksakan, karena toko masih tetap buka normal seperti biasa," imbuhnya.

Aprindo Batasi Pembelian Bahan Pangan dengan Pasokan Terbatas

Sementara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan tidak pembatasan pembelian bagi masyarakat yang berbelanja di ritel modern seperti supermarket, grosir, hingga minimarket. 

Ketua Aprindo Roy Mande mengatakan, pembatasan hanya diberlakukan terhadap satu atau dua produk pangan, yang memang pasokannya masih terbatas akibat proses produksi maupun pengiriman.

"Saat ini tidak ada pembatasan, dan memang ini sudah menjadi semangat kami untuk melayani secara maksimal hanya mungkin kalau ada pembatasan itu, hanya satu produk atau dua produk saja yang berkaitan masih di dalam proses produksi atau impor, misalnya gula," ucap Roy Mande kepada KBR.

Kendati tidak ada pembatasan, Roy mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan yang dianggap wajar. 

Ia menjamin, ketersediaan bahan pokok di ritel modern akan tetap aman. 

Selain itu, masyarakat juga diharapkan menjaga keamanan diri sendiri dan orang lain saat berbelanja, dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik sesuai arahan pemerintah.

"Kami terus mengimbau kepada masyarakat atau konsumen, berbelanjalah sesuai kebutuhan, berbelanjalah yang wajar, yang normal karena hak dan kewajiban masyarakat tetap dilindungi," pungkas Roy.


Editor: Kurniati Syahdan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas