Masalah THR, Apindo Minta Pengusaha dan Buruh Buat Kesepakatan

"Masing-masing bernegosiasi lah. Kalau (pengusaha) yang mampu ya dibayar mampu penuh, kalau (yang mampu bayar) sebagian, ya sebagian, yang lainnya dicicil."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Apr 2020 20:43 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Masalah THR, Apindo Minta Pengusaha dan Buruh Buat Kesepakatan

Buruh pabrik pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pengusaha dan buruh membuat kesepakatan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Kebijakan Publik Apindo Sutrisno Iwantono menyebut saat ini banyak usaha yang lesu akibat pandemi. Menurutnya, beberapa perusahaan bahkan sudah tidak punya dana sama sekali.

Ia pun meminta pengusaha dan pekerja agar saling mengerti.

"Masing-masing bernegosiasi lah. Kalau (pengusaha) yang mampu ya dibayar mampu penuh, kalau (yang mampu bayar) sebagian, ya sebagian, yang lainnya dicicil sesuai dengan kemampuan masing-masing," kata Sutrisno saat dihubungi KBR, Rabu (29/4/2020).

"Tidak bisa berlaku sama bagi semua industri. Tapi kalau saling memaksakan kan repot. Karena kita juga menginginkan kaum buruh itu juga bisa mendapatkan (THR). Jangan main kaku-kakuan, kalau kaku-kakuan bagaimana nanti. Ini kan masalah yang tidak dikehendaki," lanjutnya.


Berita Terkait: 


Apindo Minta Bantuan Pemerintah

Ketua Kebijakan Publik Apindo Sutrisno Iwantono juga menilai, di kondisi sulit seperti ini mestinya ada bantuan dari pemerintah sebagai jalan tengah.

Sutrisno mendesak pemerintah segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dari program stimulus dunia usaha yang dijanjikan.

Ia juga meminta agar pemerintah adil dalam penyaluran bantuan tersebut. Bukan hanya ke perusahaan-perusahaan besar, tapi juga perusahaan kecil hingga UMKM yang terdampak Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani sudah memberikan sejumlah opsi bagi perusahaan yang kesulitan membayar THR.

Pertama, THR dibayar tidak penuh. Kedua, THR dibayar bertahap atau dicicil hingga akhir tahun. Ketiga, THR pekerja disubsidi langsung dari pemerintah. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPD: Menunda Pilkada Lebih Baik Ketimbang Keluarkan Perpu