Jokowi Larang Mudik, Tapi Jalanan Tetap Dibuka

"Perlu saya tegaskan bahwa di dalam kegiatan dilarang mudik ini, tidak ada penutupan jalan tol dan tidak ada penutupan jalan arteri," kata juru bicara Mabes Polri.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Apr 2020 19:58 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Adi Ahdiat

Jokowi Larang Mudik, Tapi Jalanan Tetap Dibuka

Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi melarang warga mudik di tengah pandemi Covid-19. Hal itu juga ditegaskan Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Larangan mudik ini berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat tanggal 24 April 2020, ada sanksi-sanksinya namun bentuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif dikerjakan mulai 7 Mei 2020," kata Luhut, seperti dilansir Antara, Selasa (21/4/2020).

Untuk mendukung pelarangan itu, Korlantas Polri sempat menyebut bakal ada penutupan jalan keluar Jakarta.

Namun, belakangan pernyataan itu dimentahkan oleh juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono.

"Perlu saya tegaskan bahwa di dalam kegiatan dilarang mudik ini, tidak ada penutupan jalan tol dan tidak ada penutupan jalan arteri. Itu kita tegaskan di sana tidak ada, tetap berjalan (seperti biasa)," kata Argo dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2020).


Berita Terkait: YLBHI: Larangan Mudik adalah Karantina Wilayah, Pemerintah Harus Jamin Kebutuhan Pangan


Polisi Larang Mudik dengan Operasi Ketupat

Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono menyatakan kepolisian akan mendukung pelarangan mudik dengan menggelar Operasi Ketupat atau pengamanan jalur mudik lebih awal.

Operasi Ketupat yang biasanya digelar mulai H-7 Lebaran, kali ini diajukan mulai hari pertama Ramadan hingga H+7 Lebaran.

Argo menyebut akan ada 2.582 pos yang didirikan selama Operasi Ketupat berlangsung. Jajaran Polri, TNI, dan petugas dari instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan hingga dokter akan diturunkan di tiap-tiap pos.

Namun, ia tidak merinci tindakan apa yang akan diambil Polri jika ada masyarakat yang tetap mudik.

"Metode yang digunakan adalah persuasif humanis, kita komunikasikan yang baik dengan santun dengan pengguna jalan," kata Argo.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri