Indonesia Periksa Belasan Ribu Spesimen Terkait Covid-19

"Ini dilaksanakan dari spesimen yang dikirim lebih dari 300 rumah sakit rujukan Covid-19, baik rumah sakit umum pemerintah, rumah sakit BUMN, rumah sakit TNI, rumah sakit Polri, maupun swasta"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Apr 2020 21:27 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Indonesia Periksa Belasan Ribu Spesimen Terkait Covid-19

ilustrasi

KBR, Jakarta - Hingga 7 April 2020, Pemerintah telah memeriksa 14.354 spesimen untuk mendeteksi Covid-19. 

Jumlah itu tercatat bertambah 3.112 dari hari sebelumnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan 14.354 spesimen untuk PCR real time. Ini dilaksanakan dari spesimen yang dikirim lebih dari 300 rumah sakit rujukan Covid-19, baik rumah sakit umum pemerintah, rumah sakit BUMN, rumah sakit TNI, rumah sakit Polri, maupun rumah sakit swasta," kata Yuri saat konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (7/4/2020).

Yuri menyebut, jumlah pemeriksaan spesimen dalam tiga hari terakhir meningkat. 

Pada Minggu (5/4/2020) dilaporkan sebanyak 9.712 spesimen yang diperiksa. Di Senin (6/4/2020), pemeriksaan menjadi 11.242 spesimen. Kemudian hari ini kembali menjadi 14.354 spesimen.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ini memiliki tingkat akurasi tinggi dalam menetapkan diagnosa Covid-19. 

"Namun pemeriksaan dengan metode ini membutuhkan waktu yang lama," kata Achmad Yuriato.

Hingga 7 April, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 2.738 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien sembuh sebanyak 204 dan pasien meninggal berjumlah 221 kasus.

Yuri menambahkan, peningkatan kasus positif menunjukkan masih adanya penyebaran virus di tengah masyarakat.

"Masih ada orang sakit mengandung virus tetapi tidak merasakan dirinya sakit yang masih berada di tengah-tengah kita. Inilah yang harus segera kita hentikan," katanya.

Ia menyerukan semua orang untuk tetap menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan menjalani pola hidup sehat. 

Yuri juga meminta warga, khususnya warga Jakarta agar mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan Jumat, 10 April 2020 mendatang.

 

Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Taiwan Berlakukan Larangan Masuk Pekerja Migran Asal Indonesia

Kabar Baru Jam 7