Indonesia Bakal Produksi Alat Tes Covid-19 dan Ventilator

“Jadi diharapkan 25 April 2020 kita mudah-mudahan bisa mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia," kata Menristek Bambang Brodjonegoro.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Apr 2020 17:32 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

Indonesia Bakal Produksi Alat Tes Covid-19 dan Ventilator

Uji coba produksi ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (14/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan Indonesia akan memproduksi alat tes Covid-19 dan ventilator.

“Satu setengah bulan atau 6 minggu dari sekarang, rencananya sudah ada 100 ribu produksi, 100 ribu unit (alat) rapid test yang merupakan hasil kerja sama dari BPPT, UGM, yang kemudian diproduksi PT Hematika di Jogjakarta," kata Bambang dalam rapat virtual dengan pers, Rabu (15/4/2020).

"Rencananya nanti tentu akan diproduksi dalam jumlah yang lebih besar lagi untuk kebutuhan rapid test, dalam rangka penanganan Covid-19,” lanjutnya.

BPPT bersama perusahaan startup Nusantic dan PT Biofarma juga akan membuat alat tes tipe polymerase chain reaction (PCR).

“Sehingga tidak lama lagi kita akan punya PCR test kit yang basisnya adalah virus yang merupakan local transmission atau virus Covid-19 yang terjadi di indonesia. Jadi bukan yang berasal dari luar. Tentunya ini diharapkan bisa meningkatkan akurasi dari pengujian PCR tersebut," kata Bambang.


Ventilator Pertama Buatan Indonesia Ditargetkan Selesai April 2020

Untuk produksi ventilator, Menristek Bambang sudah menggandeng mitra dari perusahaan dan kementerian lain.

“Kami minta dukungan dari Menperin dan Menteri BUMN agar ada partner atau mitra industri yang nantinya bisa memproduksi prototipe yang sudah diuji. Itu yang mengenai ventilator,” ujar Bambang.

Bambang menyebut saat ini sudah ada dua perusahaan yang berminat memproduksi ventilator portable, yakni PT LEN dan Polijaya. Masing-masingnya akan memproduksi 100 ventilator hasil desain BPPT, setelah pengujian dari Kementerian Kesehatan selesai.

“Jadi diharapkan 25 April 2020 kita mudah-mudahan bisa mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia. Selain yang dikembangkan BPPT, ada 15 usulan ventilator lainnya yang datang dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian maupun dari masyarakat dan swasta," katanya.

Bambang juga menyebut ada dua perusahaan lain yang akan memproduksi ventilator. Namun, ia belum memastikan jadwal produksinya.

“Dua (perusahaan) lagi sudah menyatakan siap, salah satunya BUMN, yakni Indofarma, sehingga kita harapkan nanti bisa (produksi) 400 unit (ventilator) per minggu," ujarnya.

"Apabila tentunya diesuaikan dengan kebutuhan, kebetulan Gugus Tugas BNPB itu punya data kebutuhan ventilator seluruh Indonesia. Tentunya kami akan ikuti apa yang jadi kebutuhan BNPB. Tentunya kami butuh dukungan kemenkes untuk ventilator tersebut," lanjut dia. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Bersiap Gelar Liga 1 dan IBL di Tengah Pandemi