Imbas Lockdown, Impor Daging dari India dan Malaysia Gagal

“Bulog punya impor daging dari India itu tidak bisa keluar, karena di India sekarang lockdown."

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 28 Apr 2020 16:03 WIB

Author

Teddy Rumengan, Adi Ahdiat

Imbas Lockdown, Impor Daging dari India dan Malaysia Gagal

Petugas medis di India melakukan pengecekan gejala Covid-19 keliling dari rumah ke rumah selama pemberlakuan lockdown (23/4/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Balikpapan– Impor daging dari sejumlah negara gagal akibat lockdown atau karantina wilayah yang diberlakukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini dilaporkan Kepala Bulog Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) Suharto Djabar.

“Bulog punya impor daging dari India itu tidak bisa keluar, karena di India sekarang lockdown," ujar Suharto Djabar, Selasa (28/4/2020).

"Apalagi di Malaysia, di perbatasan, di Nunukan itu kan nggak boleh. Daging-daging atau beras yang masuk dari Malaysia itu nggak boleh sekarang. Sehingga permintaan untuk daging itu pasti meningkat. Kemarin karena daging masuk dari Malaysia itu murah,” lanjutnya.

Suharto menyebut saat ini stok daging sapi di wilayahnya hanya 10 ton. Jumlah itu sangat tidak mencukupi karena kebutuhan daging di sana rata-rata 100 ton untuk dua bulan.

Kini Bulog Kaltimra pun menggandeng peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan daging selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Sedangkan stok beras di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih mencukupi hingga 4-5 bulan ke depan.

Jika ada kekurangan beras, Bulog Kaltimra akan membeli persediaan dari petani di Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, yang akan panen Mei 2020.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri

Kabar Baru Jam 20

PSA Idulfitri 2020

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18