IDI: Tanpa Tes Massal, PSBB akan Percuma

"PSBB tok tentu tidak cukup. Harus PSBB, plus tes (Covid-19) luas, plus contact tracing, plus ukur temperatur, plus restriksi perjalanan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Apr 2020 19:06 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Adi Ahdiat

IDI: Tanpa Tes Massal, PSBB akan Percuma

Petugas medis menunjukan sampel darah dalam tes cepat Covid-19 di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (7/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan percuma bila tidak dibarengi tes massal Covid-19. Hal ini ditegaskan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban.

"Jadi memang harus ada satu paket untuk memutus penularan. PSBB tok tentu tidak cukup. Harus PSBB, plus tes (Covid-19) luas, plus contact tracing, plus ukur temperatur, plus restriksi perjalanan," ujar Zubairi saat dihubungi KBR, Kamis (9/4/2020).

Zubairi menilai harusnya Jakarta bisa melakukan tes Covid-19 sekitar 10 ribu orang per hari. Tapi pada kenyataannya, selama periode awal Maret-5 April 2020, tes cepat di Jakarta baru dilakukan terhadap sekitar 24 ribu orang.

Zubairi pun menagih tindakan pemerintah untuk meluaskan tes Covid-19 agar kasus positif bisa terlacak semua.

"Dengan begitu, penularan bisa terhenti dan yang terinfeksi bisa menjalani perawatan atau karantina dengan baik," jelasnya.


Sesuai Arahan WHO

Pernyataan yang disampaikan IDI tadi sesuai dengan arahan dari organisasi kesehatan dunia WHO.

Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus berulang kali menegaskan bahwa tes massal adalah perlawanan utama terhadap Covid-19.

"Pembatasan sosial bisa membantu mengurangi penularan. Cuci tangan bisa mengurangi risiko tertular. Tapi itu semua tidak cukup untuk melawan pandemi (Covid-19)," jelas Tedros dalam siaran persnya.

"Cara paling efektif untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa adalah memutus rantai penularan. Dan untuk melakukan itu, kita harus melakukan tes (Covid-19) dan isolasi."

"Kita tak akan bisa melawan dengan mata tertutup. Dan kita tak bisa menghentikan pandemi ini jika tidak tahu siapa yang terinfeksi."

"Kami punya satu pesan sederhana untuk semua negara: tes, tes, dan tes. Jika hasil tes positif, isolasi mereka dan temukan siapa yang pernah kontak dekat dengannya," tegas Tedros.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri

Kabar Baru Jam 20

PSA Idulfitri 2020

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18