Hingga Minggu, Pemprov DKI Baru Distribusikan 88 Ribuan Paket Bantuan Sembako

"Hari keempat pelaksanaan, Minggu (12/4), Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bantuan di 7 Kelurahan, dengan jumlah 101 RW. Total bantuan sosial yang didistribusikan pada hari keempat 29.831 paket,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 13 Apr 2020 09:48 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Hingga Minggu, Pemprov DKI Baru Distribusikan  88 Ribuan Paket Bantuan  Sembako

Warga memperlihatkan isi bantuan sembako akibat wabah COVID-19 di Kebon Kacang, Jakarta, Minggu (12/4). (Antara/Reno)

KBR, Jakarta- Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak wabah Covid-19 di Ibu Kota mulai Kamis, 9 April. Hingga hari keempat, total sudah sekitar 88 ribuan paket bantuan yang didistribusikan ke warga di 13 kelurahan di Jakarta.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto, mengatakan, bantuan diberikan kepada warga miskin dan rentan miskin yang mencapai 1,2 juta  keluarga.

"Pada hari keempat pelaksanaan, Minggu (12/4), Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bantuan di 7 Kelurahan, dengan jumlah 101 RW. Total paket bantuan sosial yang didistribusikan pada hari keempat yaitu 29.831 paket," ujar Catur dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4/2020).

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto, menambahkan, bantuan yang diberikan berupa beras 5 kg, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 liter, biskuit 2 bungkus, masker kain 2 pcs, dan sabun mandi 2 batang. Ia memastikan bantuan langsung diantar ke rumah warga.

Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 10 April 2020. Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, hingga  Senin (13/04) ada total 2.082 kasus positif di Jakarta. 

Bantuan juga Buat KTP Non-Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan bantuan sosial terdampak Covid-19 bukan hanya diberikan kepada warga yang memiliki KTP Jakarta. Kata dia, semua warga yang tinggal di Jakarta yang terdampak akan diberi bantuan dari pemerintah.

Anies mengatakan, sejauh ini Pemprov DKI sudah memiliki data warga yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

"Jadi siapapun yang di kampung itu dicatat. Nah sekarang ketika terjadi krisis seperti ini, kita harus memberikan bantuan, lalu kita sudah punya datanya tentang penduduk DKI yang ada di wilayah Jakarta, bukan hanya ber-KTP Jakarta ya, tapi yang ada di Jakarta. Lalu mereka, kita punya data pengeluaran per bulannya. Jadi ada kelompok-kelompoknya. Dari situ kemudian kita berikan bantuan kepada 1,2 juta KK yang ada di Jakarta, yang mereka akan mendapatkan bantuan," jelas Anies saat paparan di kanal Kumparan, Kamis (9/4/2020) sore.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan, data 1,2 juta kepala keluarga (KK) penerima bantuan itu masih mungkin bertambah. Ia menyarankan agar warga yang belum terdata untuk melapor ke RW atau kelurahan.

Distribusi bantuan sosial ini akan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama 9-18 April dengan target penerima 1,2 juta KK kurang mampu dan rentan. Kemudian tahap kedua yakni  19-23 April bagi masyarakat miskin dan rentan yang belum terdaftar yang diperkirakan ada 2,6 juta KK. 

Berdasar lansiran Sekretariat Kabinet RI, rincian bantuan pemerintah pusat  adalah:

Pertama, Bantuan Khusus Bahan Pokok Sembako dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat di DKI Jakarta.

  • Target penerima: 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK
  • Besaran bantuan: Rp600.000 per bulan selama 3 bulan
  • Total anggaran: Rp2,2 triliun

Kedua, Bantuan Sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

  • Target penerima: 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK
  • Besaran bantuan: Rp600.000 per bulan selama 3 bulan
  • Total anggaran: Rp1 triliun

Ketiga, untuk masyarakat di luar Jabodetabek akan diberikan Bantuan Sosial Tunai.

  • Target penerima: 9 juta KK yang tidak menerima Bansos PKH maupun Bansos Sembako
  • Besaran bantuan: Rp600.000 per bulan selama 3 bulan
  • Total anggaran: Rp16,2 triliun 

Keempat, sebagian Dana Desa dialokasikan untuk bantuan sosial di desa.

  • Target penerima: kurang lebih 10 juta keluarga
  • Besaran bantuan: Rp600.000 per bulan selama 3 bulan
  • Total anggaran: Rp21 triliun

Kelima, memperkuat Program Padat Karya Tunai di sejumlah kementerian.

  • Kementerian Desa: Program Padat Karya Tunai Desa, target penerima 59 ribu tenaga kerja
  • Kementerian PUPR: Program Padat Karya Tunai, target penerima 530 ribu tenaga kerja
  • Total anggaran: Rp16,9 triliun

Program serupa juga akan dijalankan melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemudian Kementerian Perhubungan.

Keenam, Polri akan menjalankan Program Keselamatan yang mengombinasikan bantuan sosial dan pelatihan seperti halnya Kartu Prakerja.

  • Target penerima: 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus, truk dan kernet
  • Besaran insentif: Rp600.000 per bulan selama 3 bulan
  • Total anggaran: Rp360 miliar

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Viral Video Lantunan Lagu Idulfitri dari Umat Katolik

Kasus Covid-19 di Kota Jayapura Diprediksi Terus Meningkat

Cina Pakai Drone 5G Pantau Kualitas Lingkungan Taman di Beijing

Kabar Baru Jam 8