Harga Gula Tinggi, Ini Cara Kemendag Turunkan Harga

"Ini sudah memasuki bulan puasa dan saya lihat harga diatas 12.000 dan sampai ke konsumen ini kalau sampai 17.000 sudah kelihatan tidak sehat,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Apr 2020 07:06 WIB

Author

Valda Kustarini

Harga Gula Tinggi, Ini Cara Kemendag  Turunkan Harga

Harga melambung, Dinas Perindustrian Provinsi gelar operasi pasar gula di Palu, Sulteng, Selasa (28/04). (Antara/Hamzah)

KBR, Jakarta-  Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta produsen segera melepas pasokan gula ke retail moderen untuk membantu pendistribusian gula. Menteri Perdagangan Agus Supramanto mengatakan pendistribusian lewat retail ini sebagai upaya pemotongan rantai distribusi. Sehingga harga gula bisa turun dalam beberapa hari kedepan.

"Bagi produsen-produsen yang telah menerima penugasan, jadi penugasan yang sisanya dari rafinasi konsumsi ini langsung dilepas ke retail modern bekerja sama dengan distributornya dan juga mengakomodir pasar tradisional. Untuk itu agar retail untuk segera dipasok sesegera mungkin," kata Agus Supramanto di konferensi pers daring, Selasa (28/4/2020).

Selanjutya Agus menjelaskan pemilihan distribusi melalui retail modern karena harga gula cenderung lebih stabil dibanding dengan pasar tradisional. Menurutnya di pasar tradisional gula harus melalui beberapa tahapan distributor. Hal inilah yang membuat harga di pasar tradisional bisa menyentuh Rp17.000/kg sedangkan di retail modern hanya sekitar Rp12.500/kg.

"Ini sudah memasuki bulan puasa dan saya lihat harga  diatas 12.000 dan sampai ke konsumen ini kalau sampai 17.000 sudah kelihatan tidak sehat," ujar Agus.

Untuk mempermudah distribusi ke wilayah luar Jawa, Agus meminta distributor menggunakan tol laut agar lebih efisien. Selanjutnya, terkait pengawasan distribusi dan harga Agus mengklaim telah membentuk tim monitoring satgas.

"Di tengah pandemi covid-19 ini kita harus bersatu melawan covid-19, jangan ada pihak2 tertentu, oknum tertentu yang melakukan penjualan yang tidak sehat," pungkasnya. 

Kekurangan Pasokan Pangan 

Presiden Jokowi mengumumkan ada sejumlah daerah yang kekurangan bahan pangan mulai dari beras sampai telur ayam.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kemudian menyatakan pemerintah akan mengatasi masalah itu dengan distribusi silang.

“Cadangan beras stok nasional itu ada 6,3 juta (ton). Dan tentunya bagi provinsi yang terbatas nanti Perum Bulog akan memasok stok tersebut," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (28/4/2020).

"Di dalam negeri sendiri, seperti di Temanggung sudah mulai panen. Dan tentunya akan ada distribusi dari daerah panen ke daerah kurang stok,” ujarnya lagi.

Menurut Menko Airlangga, stok komoditas nasional yang saat ini bisa distribusikan ke daerah-daerah yang kekurangan adalah:

  • Jagung: 1,4 juta ton
  • Cabai besar: 12.641 ton
  • Cabai rawit: 26.353 ton
  • Bawang merah: 1,3 juta ton
  • Telur ayam: 46.413 ton
  • Daging ayam: 154.763 ton
  • Daging sapi: 133,944 ton


Bawang Putih dan Gula akan Diimpor

Khusus untuk stok bawang putih dan gula, pemerintah akan berupaya menutupi kekurangannya dengan mengimpor.

Menko Airlangga mengatakan pemerintah sudah melakukan impor bawang putih cukup banyak, namun saat ini yang terealisasi baru sekitar 72,400 ton.

“Untuk gula pasir, Perum Bulog sudah mengontrak sebesar 51.300 ton dan diharapkan dari jumlah tersebut ada yang 21.000 ton adalah impor dan 29.000 ton dari pabrik gula dalam negeri," kata dia.

"Kemudian pengalihan gula rafinasi sebanyak 191.762 ton dan ini adalah masalah repackaging dan izin peredaran. Sehingga akan ada 182.762 ton yang akan masuk ke pasar," lanjutnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste