Distribusi Logistik Terganggu, Presiden Minta Mendagri Tegur Daerah yang Tutup Akses

"Karena saya dapat laporan dari dua daerah urusan beras agak terganggu karena jalan yang tertutup. Tolong Pemda diberitahu mengenai hal ini.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Apr 2020 13:15 WIB

Author

Dwi Reinjani

Distribusi Logistik Terganggu, Presiden Minta Mendagri Tegur  Daerah yang Tutup Akses

Presiden Jokowi saat mengumumkan langkah penanganan Covid-19 dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/3/2020). (Foto: Setkab RI)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo, meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur, kepala daerah yang memberlakukan penutupan jalan di daerahnya. Hal itu menurut Jokowi, mengganggu pendistribusian logistik bahan pokok ke pasar-pasar, untuk menjaga kestabilan harga.

“Kita harus memastikan semuanya agar distribusi logistik ini lancar, kebutuhan pokok tersedia di pasar-pasar. Saya harapkan Mendagri memberi teguran kepada daerah yang memblokir jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu. Karena saya dapat laporan dari dua daerah urusan beras agak terganggu karena jalan yang tertutup. Tolong Pemda diberitahu mengenai hal ini,” ujar Jokowi, dalam video conference, Kamis (02/04/2020).

Jokowi mengatakan ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, gula dan daging sudah mencukupi.  Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan bahan pokok akan dipenuhi.

“Saya juga sudah cek ke bulog ke daerah-daerah mengenai panen raya seperti apa, dan melihat beras, daging, telur, gula, terigu dan lain-lain masih berada pada kondisi baik. Sehingga mungkin gula, tadi Mentan sudah menyampaikan bahwa minggu-minggu depan mungkin harga turun pada posisi normal lagi 12,500. Dan Mendag juga menyampaikan pada saya bawang juga sudah, beberapa sudah masuk dan kita harapkan bawang putih pada minggu depan atau syukur minggu ini sudah kembali ke normal harga di 20-30 ribu,” kata Jokowi.

Selain itu Jokowi juga memastikan masyarakat lapisan bawah segera mendapat manfaat dari realisasi jaminan sosial sesuai yang dijanjikan. Seperti PKH dan pemotongan biaya listrik.

“Saya perintahkan agar segera dieksekusi, dan langsung dibagikan ke lapangan baik itu yang berkaitan dengan PKH, dengan sembako lewat kartu sembako, kartu prakerja,  yang berkaitan dengan pembebasan biaya listrik untuk pelanggan 450 volt, juga 50 persen untuk 900 volt. kalau ini segera bisa dieksekusi akan baik untuk masyarakat kita. Ketiga pelibatan tokoh agama, tokoh ormas, untuk memberikan pendidikan mengedukasi masyarakat dalam mensosialisasikan disiplin penerapan jaga jarak aman itu betul-betul bisa dikerjakan,” ujarnya.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas