COVID-19 Mewabah, Orang Miskin Bertambah

Ma'ruf menyebut, banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Apr 2020 12:14 WIB

Author

Fadli Gaper

COVID-19 Mewabah, Orang Miskin Bertambah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai menyampaikan keterangan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta (23/3/2020). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, jumlah orang miskin di Indonesia semakin bertambah akibat wabah virus korona. Menurutnya, banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Wapres Ma'ruf selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) juga mengatakan, pandemi COVID-19 bukan saja menjadi isu kesehatan, tetapi juga telah berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi seluruh lapisan masyarakat.

"Akibat COVID-19 yang kita alami, tidak hanya saja mengakibatkan terganggunya kesehatan, tetapi juga berdampak pada masalah sosial dan ekonomi, angka kemiskinan menjadi berlipat, bertambah," katanya menjelaskan. 

Ia melanjutkan, tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan. 

"Banyak orang kehilangan pekerjaan dan banyak warung kecil yang tutup. Jadi, jumlah orang miskin pun makin bertambah. Mungkin di sekitar kita juga banyak orang yang terdampak corona ini, karena itu kewajiban memberi makan orang miskin juga menjadi semakin bertambah," kata Wapres Ma'ruf dalam "Tausiyah Shodaqoh Ramadan", Senin (27/4/2020).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menambahkan, Pemerintah sudah memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban warga miskin dan rentan yang terdampak pandemi COVID-19.

Selain itu, bantuan Program Keluarga Harapan juga dicairkan lebih cepat. Ada juga keringanan pembiayaan listrik dan air bagi masyarakat, serta meluncurkan program Kartu Prakerja. 

Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 7 sampai 6,5 persen sehingga jumlah penduduk miskin di Indonesia menjadi 18,34 hingga 19,75 juta di akhir 2024. 

Prediksi Menteri Keuangan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan jumlah orang miskin baru dan pengangguran bisa bertambah di tengah pandemi COVID-19. 

Ia menyebutkan, orang miskin baru bisa bertambah hingga 3,78 juta orang jika mengikuti proyeksi terburuk. 

Masih berdasarkan proyeksi terburuk, pengangguran di Indonesia bisa bertambah hingga 5,2 juta orang. 

Hal itu disampaikan Sri Mulyani seusai rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa (14/4/2020). 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Golput Mencuat