Januari – April 2019, Seribu Bencana Landa Indonesia

Menurut laporan BNPB, tren bencana cenderung terus meningkat. Penyebabnya: perubahan iklim global serta degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia.

BERITA , NASIONAL

Senin, 29 Apr 2019 14:39 WIB

Author

Adi Ahdiat

Januari – April 2019, Seribu Bencana Landa Indonesia

Seorang warga di tengah sampah yang terbawa aliran banjir di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta (26/4/2019). Dalam empat bulan terakhir, bencana banjir juga sudah ratusan kali terjadi di berbagai wilayah Nusantara (Foto/ANTARA/Risky Andrianto/pd).

Hanya dalam jangka waktu empat bulan, Indonesia telah mengalami 1.304 peristiwa bencana alam di berbagai wilayah.

Menurut data BNPB, sepanjang periode Januari - April 2019 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia telah mengakibatkan sekitar 360 orang meninggal dan hilang, 1.300 orang luka-luka, serta 649.600 orang terdampak dan mengungsi.

Kalau ditotal, ada sekitar 3.000 rumah yang rusak berat, 3.000 rumah rusak sedang, dan 13.700 rumah rusak ringan. Sekitar 70 fasilitas kesehatan rusak, dan 280 fasilitas pendidikan di berbagai daerah juga rusak akibat bencana.

Jenis bencana yang melanda pun berbeda-beda. Berikut rinciannya berdasarkan kejadian terbanyak.


Angin Puting Beliung

Angin puting beliung merupakan bencana yang paling sering terjadi. Sepanjang tahun 2019 sudah ada 547 kejadian puting beliung di seluruh Indonesia.

Bencana ini paling banyak terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.

Dalam empat bulan terakhir, bencana ini telah membuat ribuan rumah rusak. Sekitar 21.500 orang pun terdampak dan terpaksa mengungsi.


Banjir

Banjir bukan cuma masalah Jakarta. Menurut data BNPB, selama empat bulan terakhir ada 343 kasus banjir di seluruh Indonesia.

Banjir paling sering terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Dibanding bencana lainnya, banjir paling banyak memakan korban jiwa, yakni sekitar 343 orang. Ada juga sekitar 94.493 rumah yang terendam, hingga sekitar 598.300 orang terdampak dan terpaksa mengungsi.


Tanah Longsor

Selama Januari – April ada 340 kasus longsor di seluruh Indonesia. Bencana ini paling banyak terjadi di pulau Jawa dengan rincian Jawa Tengah (158 kali), Jawa Barat (108 kali) dan Jawa Timur (31 kali).

Sedangkan di pulau lainnya, yakni Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua, bencana ini sangat jarang terjadi (hanya 1 – 6 kali).


Bencana Lainnya

Selain tiga bencana yang disebut di atas, Indonesia juga tak lepas dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, gelombang pasang, serta letusan gunung api.

Meski frekuensinya tak sesering puting beliung, banjir dan longsor, namun masyarakat yang terdampak oleh bencana golongan ini juga cukup banyak hingga mencapai sekitar 30.000 orang.


Tren Bencana Naik Akibat Faktor Alam dan Manusia

Menurut laporan BNPB yang dirilis oleh Kementerian Kominfo, tren bencana ke depan cenderung terus meningkat.

BNPB memperkirakan bahwa 92 persen bencana yang rawan terjadi adalah bencana hidrometeorologi, yakni bencana yang terkait curah hujan, kelembaban udara, temperatur, dan angin.

Bencana hidrometeorologi meliputi kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, serta tornado atau angin puyuh,

BNPB juga menyebut bahwa peningkatan bencana ini disebabkan oleh perubahan iklim global, serta tingginya degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.5: Kuliah di Iran, Cerita dari Bahesty Zahra

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17