Share This

Pipa Minyak Pertamina di Balikpapan Putus, KNKT Pelajari Kotak Hitam Kapal Batubara

"Lagi kita pelajari karena black box kapal itu lebih kompleks untuk membukanya dari pada black box pesawat. "

BERITA , NASIONAL

Kamis, 26 Apr 2018 11:47 WIB

Dua kapal tugboat memadamkan sisa api yang masih membakar dek kapal kargo MV Ever Judger di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki penyebab putusnya pipa minyak Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.  Ketua  KNKT  Soerjanto Tjahjono tengah menganalisa data yang terekam dalam kotak hitam kapal kargo MV Ever Judger. Kapal pengangkut batubara itu  terbakar bersamaan dengan bocornya pipa minyak di dasar teluk.

Soerjanto masih enggan mengungkap apa hasil analisa kotak hitam tersebut.

"Hasilnya, lagi kita pelajari karena black box kapal itu lebih kompleks untuk membukanya  dari pada black box pesawat. Jadi banyak trik-trik yang memang harus dilakukan jadi kita lagi mempelajarinya,"  ujar Soerjanto saat dihubungi   KBR, Rabu (25/4).

Dia menjelaskan evaluasi black box, sampai saat ini masuk dalam proses tahapan verifikasi. KNKT   sedang mengkonfirmasi   awak dan nahkoda kapal.  Soerjanto menuturkan  masih membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan  proses verifikasi dan  analisa.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.