Share This

Masih Disebut dalam Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tak tertarik untuk kembali berkompetisi pada Pilpres 2019.

, NASIONAL

Selasa, 24 Apr 2018 23:08 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancara KBR. (Foto: KBR/ Danny)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tak tertarik untuk kembali berkompetisi pada Pilpres 2019. Meski, sejumlah survei masih mengunggulkan nama JK sebagai wakil presiden pendamping Joko Widodo.

Kalla mengatakan ingin beristirahat dari ajang politik. Apalagi, menurutnya, aturan dalam Undang-undang Pemilu memuat bahwa seseorang hanya bisa menduduki jabatan presiden atau wakil presiden maksimal dua kali.

"(tertawa) Yang pertama, saya juga berterima kasih atas polling itu, yang tetap memberikan penilaian yang baik bagi kita semua yang bekerja," kata JK di kantornya, Selasa (24/4/2018).

"Saya sendiri, tentu ingin istirahat. Apalagi, masalah konstitusi sudah menetapkan harus seperti itu, harus dua kali," tambah Jusuf Kalla.

Ia pun mengungkapkan sudah merasa cukup menjabat wakil presiden selama 10 tahun.

Menurut JK, sudah banyak pengalaman yang didapat selama mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo. Misalnya JK melanjutkan, saat bekerja dengan Jokowi ini ia merasa tak menemui banyak masalah dan mampu bekerja sama dengan baik.

Baca juga:

JK mengatakan, tak terlalu memikirkan hasil pelbagai survei yang masih mengunggulkan namanya untuk kembali bersanding sebagai calon wakil presiden Jokowi.

Yang terbaru misalnya survei dari Kompas yang menunjukkan 15,6 persen responden menyebut JK menjadi tokoh yang masih cocok mendampingi Jokowi pada Pilpres. Demikian pula survei Populi Center yang menyebut elektabilitas JK pada urutan pertama sebagai calon wakil presiden dengan persentase 15,6 persen.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.