Sosiolog: Solidaritas, Kunci Tangani Ancaman Kemiskinan dan Kelaparan Dampak Corona

"Tanpa solidaritas seperti ini, maka akan jatuh juga korban-korban yang lain. Berupa kelaparan-kelaparan. Oleh karena itu, mari yang (punya kemampuan) berlebih mengorganisasikan diri."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 13:57 WIB

Author

Lea Citra

Sosiolog: Solidaritas, Kunci Tangani Ancaman Kemiskinan dan Kelaparan Dampak Corona

Relawan membagikan paket sembako ke tukang becak di kawasan Malioboro Yogyakarta, Jumat (27/3/2020). (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiansyah)

KBR, Jakarta - Sosiolog Imam B Prasodjo menyebut solidaritas menjadi kunci penting mencegah ancaman kemiskinan hingga kelaparan di tengah pandemi Covid-19. 

Imam Prasodjo mengatakan, masyarakat Indonesia harus bergotong-royong membantu tenaga medis dan masyarakat terdampak Covid-19. 

Menurutnya, masyarakat miskin dan pekerja harian sangat terancam kehidupannya.

"Kumpulkan uang, kumpulkan sembako, kumpulkan apa saja yang bisa kita berikan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Tanpa itu, tanpa solidaritas seperti ini, maka akan jatuh juga korban-korban yang lain. Berupa kelaparan-kelaparan. Oleh karena itu, mari yang (punya kemampuan) berlebih mengorganisasikan diri, memperhatikan kanan kiri. Jangan sampai ada orang-orang yang kemudian kekurangan, anaknya kelaparan, anaknya tidak bisa mendapatkan sarapan dan tidak mendapatkan makanan-makanan yang diperlukan pada setiap hari," kata Imam Prasojo saat video conference di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Sosiolog Imam Prasodjo menegaskan pentingnya kesatuan bangsa melawan Covd-19. Menurutnya, masyarakat mampu dan kaya harus membantu masyarakat berpenghasilan harian. Sebab kemiskinan dan kelaparan mengancam masyarakat Indonesia di tengan pandemi Covid-19.

Selain membantu masyarakat terdampak Covid-19. Imam meminta masyarakat lebih perduli dengan tenaga medis.

"Tidak hanya tugas pemerintah memberikan alat pelindung diri yang secukupnya kepada para dokter, para perawat, dan bahkan para petugas kebersihan yang ada di rumah sakit, satpam maupun supir-supir yang bekerja. Fokus kedua kita adalah bagaimana kita bergotong-royong,untuk memperhatikan, membantu para petugas yang ada di rumah sakit-rumah sakit. Pastikan para petugas medis sehat. Pastikan mereka itu cukup juga tidurnya, cukup juga istirahat, cukup juga asupan makanannya. Sehingga mudah-mudahan mereka bisa berjuang di garis yang terdepan," lanjutnya.

Sosiolog Imam Prasodjo mengatakan, solidaritas akan membantu pelaksaanaan bekerja dan beraktivitas di rumah. Ia mengingatkan masyarakat, menjaga jarak sosial dan menjaga kebersihan diri.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta