Remdesivir Bisa Sembuhkan Covid-19? Ini Pendapat Satgas IDI

"Jadi tidak bisa kalau hanya satu atau dua pasien sembuh."

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Mar 2020 09:58 WIB

Author

Astri Septiani

Remdesivir Bisa Sembuhkan Covid-19? Ini Pendapat Satgas  IDI

Perawat dengan APD membawa pasien dalam pengawasan Covid-19 di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jatim, Jumat (13/3). (Antara)

KBR, Jakarta-  Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Zubairi Djoerban menilai walau obat Remdesivir yang telah digunakan oleh beberapa pasien Covid-19  menunjukan hasil yang baik. Meski begitu kata Zubairi hasil itu tak bisa dipukul rata pada semua kasus.

Menurut dia, tak berarti semua pasien dapat membaik atau sembuh setelah menggunakan Remdesivir itu. Zubairi menilai, masih butuh waktu yang panjang untuk tahap pengujian demi memastikan bahwa Remdesivir benar-benar bisa menyembuhkan Covid-19.

"Itu sama saja dengan orang suka declare dimana tadinya lumpuh sekarang bisa lari. Coba ke 10 orang yang lain, 1000 orang yang lain yang serupa itu,  jadi tidak bisa kalau hanya satu atau dua pasien sembuh. Kan tadi udah saya bilang bahwa sebagian besar pasien akan sembuh sendiri," kata Zubair saat dihubungi KBR, Minggu (15/3/20).

Kata dia, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk
Covid-19. Dengan tingkat kematian 3%, pasien Covid-19 akan sembuh dengan penanganan dan obat-obatan yang sudah ada.

Sebelumnya, dilansir dari dailymail.co.uk, dua dokter Amerika Serikat mengklaim berhasil membantu meredakan infeksi Covid-19 terhadap belasan pasien. Kedua dokter itu adalah George Thompson, spesialis penyakit menular di University of California Davis Medical Center. Dan, Richard Childs, asisten ahli bedah umum dan spesialis paru-paru di National Institutes of Health. Kedua dokter mengaku menyelamatkan nyawa seorang pasien Covid-19  yang sudah kritis.

Begitu juga dengan 14 penumpang kapal "Diamond Princess" yang positif terinfeksi Covid-19. Obat yang sengaja diuji klinis kepada para pasien itu adalah Remdesivir atau obat antivirus eksperimental. Cairan remdesivir diinfuskan ke tubuh pasien. Hasilnya, berhasil membunuh enzim RNA polimerase yang memicu perkembang-biakan virus.

Hingga Senin (16/03) siang, ada 3777 kasus COVID-19 di Amerika, dengan jumlah kematian mencapai 69 orang. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cegah Corona, Prancis Perpanjang Lockdown

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Gubernur Jakarta Usulkan Ojek Daring Tetap Boleh Layani Penumpang Selama PSBB