Presiden: Sudah 14 Ribu Perantau Pulang Kampung Lebih Awal

Menurut Jokowi pemberlakuan WFH atau Work From Home, membuat pekerja informal kesulitan mencari nafkah, dan memilih untuk pulang kampung lebih awal.

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 12:41 WIB

Author

Dwi Reinjani

Presiden: Sudah 14 Ribu Perantau Pulang Kampung Lebih Awal

Penumpang pejalan kaki turun dari kapal di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim (24/3/2020). (Foto: ANTARA/Budi Candra Setya/hp)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan, selama delapan hari terakhir dirinya mendapat laporan bahwa telah lebih dari 14 ribu masyarakat di Jabodetabek pulang kampung (mudik). Adanya percepatan arus mudik tersebut lantaran banyak pekerja informal terkena dampak dari kebijakan penanganan pandemi COVID-19. 

Menurut Jokowi pemberlakuan WFH atau Work From Home, membuat pekerja informal kesulitan mencari nafkah, dan memilih untuk pulang kampung lebih awal.

"Dan selama delapan hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. Ini belum  belum dihitung arus mudik yang menggunakan transportasi lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," ujar Jokowi, dalam video conference, Senin (30/03/2020).

Lantaran adanya percepatan arus mudik di masyarakat, maka pemerintah akan memfokuskan penanganan mudik dan penanganan COVID-19 sekaligus pada empat hal. 

Menurut presiden, pemerintah akan membatasi pergerakan orang dari tempat satu ke tempat lain, meminta tokoh masyarakat mengimbau agar tidak melakukan mudik lebih masif, mempercepat program sosial safety net agar bisa membantu para pekerja informal dan meminta kepala daerah mengawasi warganya untuk menaati protokol kesehatan.

"Untuk warga yang sudah terlanjur mudik, saya minta kepada gubernur, bupati dan walikota meningkatkan pengawasannya. Pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting sekali. Saya sudah menerima  laporan dari Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY bahwa di provinsinya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat  baik di desa maupun di kelurahan bagi para pemudik. Ini saya kira juga inisiatif yang bagus," ujar Jokowi.

Namun ia juga meminta agar penerapan protokol kesehatan atau screeneng dilakukan secara ketat dan terukur, ia meminta jangan sampai ada kegaduhan. Protokol kesehatan tersebut harus dilakukan dengan benar agar penyebaran virus tidak semakin meluas dengan adanya perpindahan orang dari daerah zona merah ke daerah lainnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta