Pemerintah Larang Sementara Ekspor Masker

Larangan ekspor masker ini bersifat sementara, disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Mar 2020 22:26 WIB

Author

Astri Yuanasari, Wahyu Setiawan

Pemerintah Larang Sementara Ekspor Masker

Warga mengikuti petunjuk memakai masker yang benar untuk cegah virus corona di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2020). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan segera menerbitkan larangan ekspor produk masker untuk menjamin ketersediaan kebutuhan konsumen dalam negeri.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, peraturan akan segera dibuat. Namun, ia tidak menjelaskan sampai kapan larangan ekspor masker tersebut akan berlaku.

"Kita akan terbitkan larangan sementara produk masker untuk menjamin kebutuhan industri maupun konsumen dalam negeri. Untuk sementara kita buat peraturan untuk melarang untuk mengekspor," kata Agus di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Agus mengatakan, larangan ekspor masker ini bersifat sementara, disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

Jika kebutuhan dalam negeri sudah cukup dan stok lebih, maka ekspor produk masker akan dibuka lagi.

"Nanti ini disesuaikan sampai kebutuhan itu cukup atau lebih. Kalau nanti memang stoknya lebih, baru kita buka lagi," imbuhnya.

Sejak merebaknya wabah corona, permintaan masyarakat terhadap masker melonjak sehingga menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga yang meroket.

Produksi masker

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, BUMN akan menggenjot produksi hingga 6 juta masker mulai April nanti.

Rencana itu dilakukan menyikapi langkanya masker di pasaran di tengah merebaknya Covid-19.

"Ya tetap kita proses, saya rasa kita juga sudah mulai mengoptimalkan keberadaan daripada rumah sakit BUMN, Kimia Farma. Akan terus kita tingkatkan kepastiannya (produksi masker)," kata Erick Thohir dia saat meninjau penyemprotan disinfektan di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan merealisasikan rencananya tersebut meski terbilang sulit.

Namun ia tak menyinggung detail ihwal harga dan pendistribusiannya.

"Mudah-mudahan kita coba sekuat mungkin supaya kita men-service (kebutuhan) masyarakat itu. Tidak mudah, tapi kita lakukan sebaik-baiknya," imbuhnya.

Untuk bahan baku masker, Erick mulai menyasar impor dari negara-negara Eropa. Namun ia juga berharap bahan baku bisa diproduksi di dalam negeri.

Permintaan masker mulai meninggi seiring merebaknya virus Corona baru. Itu menyebabkan kelangkaan masker di sejumlah daerah dan membuat harganya melonjk tajam.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada